<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382</id><updated>2012-03-03T06:53:35.437-08:00</updated><category term='Motivasi Menulis'/><category term='Testimoni'/><category term='Cerita Inspiratif'/><category term='novel LOVE ASSET'/><category term='LOMBA-LOMBA ^_^'/><category term='Cerpen Ciamik'/><category term='PELATIHAN MENULIS'/><category term='RUMAH PENA'/><category term='Video FTV'/><title type='text'>Achi-TM</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-8280083588536949043</id><published>2012-02-14T04:49:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T04:52:43.324-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Menulis'/><title type='text'>[Motivasi Menulis] Apa Energy Terbesarmu?</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Apa Energy Terbesarmu?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Assalamualaikum. Wr. Wb. Apa kabar teman-teman di Women Script? Maaf selama 2 pekan absen mengisi motivasi menulis :) Sebenarnya senin ini juga saya lagi bingung. Mau ngasih motivasi menulis yang seperti apa lagi? Selama beberapa hari belakangan saya banyak berpikir, apa gunanya ya saya nulis Motivasi Menulis di grup ini? Kira-kira ngena ngga ya di hati dan pikiran teman-teman semuanya?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Well sampai akhirnya saya memutuskan untuk duduk di depan laptop, dan mulai menuliskan hal ini. Hal yang saya sendiri belum kepikiran mau nulisin apa. Tapi saya tidak mau lantas ingkar lagi dari kewajiban saya memberikan motivasi menulis di setiap hari senin. Maka saya meyakini saja insya allah setiap tulisan yang kita buat pasti bisa membuat sedikit perubahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Nah, ketemu idenya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Saat kita mau menulis, kita harus yakin bahwa kita menulis memang untuk menyebarkan kebaikan. Menyebarkan nilai-nilai yang baik dan bermanfaat untuk umat manusia. Bayangkan bila tulisan Anda mampu menggugah hati seorang preman. Preman itu lalu insyaf dan menjadi seorang ustadz. Ustadz itu kemudian ngasih ceramah ke sana kemari dan berhasil merubah banyak orang. Bayangkan berapa banyak pahala yang akan Anda terima di akhirat sana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Jadi, mulailah menulis untuk menyebarkan kebaikan sejak dini. Saya punya resep manjur yang diberikan oleh alm. Ayah saya. Karena saya orang islam, maka ayah saya selalu menyuruh saya untuk membaca dua kalimat syahadat dan shalawat nabi sebelum saya menulis. Alhamdulillah setiap saya membaca itu sembari mengangkat kedua tangan saya ke atas, saya merasakan energy luar biasa. Kekuatan dan semangat untuk menulis, kemudian memohon agar Allah terus memberikan saya inspirasi dan inspirasi. Karena kita ngga boleh sombong, bagaimana pun juga Tuhanlah yang memberikan kita izin untuk menulis, menggerakkan hati, tangan dan pikiran kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Itulah kenapa kadang ketika kita baca tulisan kita 2 tahun lalu kita akan nyeletuk : "Kok bisa ya gue nulis ini?" ya bisalah, karena pada dasarnya apa yang kita tulis berasal dari Allah :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Oke setiap dari teman-teman tentu punya cara sendiri untuk mengumpulkan energy sebelum menulis. Ada yang shalat 2 rakaat dulu, ada yang harus makan bakso 2 mangkok dulu, ada yang membaca buku dulu dan lain sebagainya. Apa pun itu temukan bagaimana Anda mendapatkan energy Anda sebelum menulis. Kemudian lakukan dan biarkan alam semesta mendukung Anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Ehem... jika Anda mentok mau nulis apa. Lakukan seperti yang saya lakukan di sini. Saat mau menulis motivasi ini saya bingung mau nulis apa. Tapi saya tuliskan saja kebingungan itu. Lambat laun inspirasi akan mengalir dengan sendirinya, kok.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Achi TM&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-8280083588536949043?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/8280083588536949043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/02/motivasi-menulis-apa-energy-terbesarmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/8280083588536949043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/8280083588536949043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/02/motivasi-menulis-apa-energy-terbesarmu.html' title='[Motivasi Menulis] Apa Energy Terbesarmu?'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-1184179815060884608</id><published>2012-02-14T04:47:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T04:51:25.799-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Menulis'/><title type='text'>[Motivasi Menulis] Ngga Mau Rugi</title><content type='html'>&lt;span style="background-color: white; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Ngga Mau Rugi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Apa motivasi Anda menulis? Masing-masing pribadi pasti punya motivasi yang berbeda-beda. Mulai dari motivasi yang idealis seperti ingin memberikan pencerahan kepada orang lain sampai motivasi ingin jadi terkenal dari menulis. Apa pun motivasi awal Anda menulis, sekaranglah waktunya Anda menilik kembali. Sudahkah motivasi yang Anda tanamkan pada diri Anda itu, mampu membawa Anda untuk menciptakan sebuah karya? Sudahkah Anda produktif dalam menulis?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Baiklah, terlepas dari segala motivasi pribadi Anda. Saya punya resep tersendiri untuk selalu memotivasi diri agar produktif. Resep ini diajarkan oleh guru menulis saya. Begini resepnya, bila Anda membeli sebuah buku. Maka Anda hitung berapa harga Buku Anda. Misalkan harga buku Rp. 50.000,- dan terdiri dari 10 BAB. Berarti setiap Anda membaca 1 BAB, Anda harus menghasilkan 1 ide CERPEN/ ide buku Non Fiksi. Bila Anda membaca 1 buku itu berarti Anda mempunyai 10 IDE.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Bayangkan, ketika Anda membeli buku Anda targetkan dalam hati. "Setelah saya membeli buku ini saya harus menulis dan menghasilkan uang 10 kali lebih banyak dari harga buku ini." Memang kelihatannya tidak idealis tapi ini logis. Karena setiap apa yang kita baca adalah modal bagi karir kepenulisan kita. Setiap VCD yang Anda tonton harus mampu menghasilkan 10 kali lipat dari harga VCD yang Anda beli. Atau 50 x lipat! Atau 100 kali lipat!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Terbukti motivasi ringan ini mampu menggerakkan seluruh pikiran, badan dan waktu saya untuk selalu menulis, menulis dan menulis! Tentu saja selain motivasi 'NGGA MAU RUGI' di atas, kita juga tetap setia pada motivasi idealis kita. Apa pun itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Semangat!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Salam Penuh Cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Love Asset&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Achi TM&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-1184179815060884608?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/1184179815060884608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/02/motivasi-menulis-ngga-mau-rugi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/1184179815060884608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/1184179815060884608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/02/motivasi-menulis-ngga-mau-rugi.html' title='[Motivasi Menulis] Ngga Mau Rugi'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-5196644232126546329</id><published>2012-02-14T04:45:00.001-08:00</published><updated>2012-02-14T04:53:29.726-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Menulis'/><title type='text'>[Motivasi Menulis] Belajar Dalam Diam</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Belajar Dalam Diam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Apa gaya belajar Anda? Apakah Anda biasa belajar sambil ngobrol? Belajar sambil ngegosip? Belajar sambil sombong di sana-sini mengenai tempat di mana Anda belajar? Belajar sambil menonton TV? Belajar sambil mendengar musik? Apa pun jenis belajar Anda itu adalah hak Anda sebagai manusia. Di sini saya menemukan seseorang yang mengajari saya cara belajar yang lain. Yaitu belajar dalam diam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Seperti sudah menjadi rahasia umum. FB Telah memunculkan banyak sekali grup-grup kepenulisan. Banyak melahirkan banyak pelatihan-pelatihan menulis. Sehingga muncul banyak sekali orang-orang yang ingin menjadi penulis. Siapa saja yang mau jadi penulis? Kalau kata Joni Ariadinata dalam workshop cerpen di JilFest akhir Desember 2011 kemarin. Jumlah warga Indonesia yang ingin menjadi penulis saat ini sangat membludak. Kalau dikira-kira, dalam satu kota saja bisa ada 3000 orang yang mau jadi penulis. Belum kabupaten, belum propinsi dan ada berapa propinsi di negeri kita? Itu dilihat dari membludaknya peserta pelatihan-pelatihan menulis. Bagaimana dengan mereka yang ingin jadi penulis dan tidak ikut pelatihan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Oke, daripada pusing mikirin itu mari kita tengok berapa orang yang sekarang tiba-tiba ingin jadi penulis? Cek di ranah FB. Berapa banyak ibu-ibu yang berbondong-bondong mau menulis? Berapa banyak remaja yang tiba-tiba eksis jadi penulis FB? Ada puluhan ribu!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Tapi jangan ciut dulu. Pertanyaan saya selanjutnya adalah, berapa banyak orang yang benar-benar serius ingin menjadi penulis? Sering mendengar ucapan NATO kan? (No Action, Talk Only). Itulah yang kini mewabah dunia kepenulisan kita. Orang-orang yang berbondong ingin jadi penulis terlalu banyak diskusi, bicara, membesarkan diri sendiri. Sedikit-sedikit menulis status : Saya sedang nyari ide nih di timbuktu, Duh baru jadi satu kalimat, hari ini harus selesai tiga cerpen, yes! Dan status-status lainnya yang menunjukkan bahwa kita sedang menulis ^_^ atau status : Saya sedang di pelatihan menulis bersama penulis terkenal Anu. Bulan depan saya harus bisa menyelesaikan novel saya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Well... menulis status seperti itu bukanlah sesuatu yang tabu. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa kita terlalu banyak mengumbar kata. Terlalu banyak "ribut" dalam proses belajar kita sebagai penulis. Coba dari sekian banyak status yang bertebaran di atas, berapa banyak yang akhirnya benar-benar menelurkan karya? Sejauh pengamatan saya, hanya sedikit sekali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dalam diskusi-diskusi kepenulisan juga kita seringkali ribut. Begini begitu begini begitu tapi nyaris tidak ada karya yang kita munculkan. Saya mengenal beberapa sosok yang saya lihat anteng-anteng aja dalam dunia maya. Tidak ribut sedang belajar di sini, di sana, tidak banyak cakap di diskusi kepenulisan tapi tiba-tiba DUAR! Naskahnya masuk banyak antologi penerbit Major, novelnya diterbitkan, bahkan ada orang terdekat saya yang sangat saya kagumi. Dia selalu ikut pelatihan menulis, selalu memperhatikan cerpen-cerpen orang lain tapi jarang "ribut" di dunia maya. Seumur hidupnya dia baru sekali menulis cerpen. Dan cerpen kedua yang ia tulis langsung ia kirim ke koran Republika. 2 Bulan berselang, cerpennya pun dimuat di Republika. Subhanallah, saya kaget luar biasa. Begitu juga beberapa teman yang dekat dengannya. Karena dia jarang posting status di FB tentang berapa susah dia belajar nulis cerpen, kesusahan apa yang dia dapatkan saat menulis dan dia jarang "banyak bicara"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Dia belajar dalam diam. Dan dari diamnya itu muncul karya yang menghentak semua orang termasuk sastrawan-sastrawan koran yang akhirnya bertanya-tanya, siapa dia? Namanya tak banyak dikenal di dunia maya. Well... ini menjadi sebuah pelajaran berarti bagi saya. Akhirnya saya berpikir, apakah saya termasuk orang-orang yang "ribut" saat sedang menulis dan belajar? Apakah saya sudah menyerap "pelajaran" dengan baik dan mempraktekkannya tanpa ngoceh di sana-sini? Apakah saya sudah bisa menembus koran nasional tanpa banyak bicara?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sepertinya saya mulai harus belajar dalam diam. Ketika diam, kita akan lebih banyak memperhatikan, lebih banyak mendengarkan, lebih banyak mengerti dan lebih banyak berpikir. Karena bukankah proses menulis adalah masuk ke dunia sunyi?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Mulailah kembali menulis dan pelankan sedikit "suara" kita. Pssst... mari menulis dengan lebih hening.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;Achi TM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-5196644232126546329?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/5196644232126546329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/02/motivasi-menulis-belajar-dalam-diam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/5196644232126546329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/5196644232126546329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/02/motivasi-menulis-belajar-dalam-diam.html' title='[Motivasi Menulis] Belajar Dalam Diam'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-9145588344234596257</id><published>2012-02-13T04:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:35:51.910-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LOMBA-LOMBA ^_^'/><title type='text'>GREBEK BUKU NO MORE GALAU - DEAR BUNDA CUWIY</title><content type='html'>&lt;span style="color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;GREBEK BUKU No More Galau Dear Bunda Cuwiy&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Udah ngga jaman lagi, deh, hidup penuh kegalauan. Ada masalah sedikit, Galaaauuu...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;dicuekin si dia... Galauuuu... dapat nilai jelek di kelas. Galaaaauuu....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Nah, daripada galau ngga jelas. Mendingan cari buku sakti yuk buat ngobatin galau :D Buku panduan motivasi remaja NO MORE GALAU dan tanya jawab seputar masalah remaja bersama BUNDA CUWIY.&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya kamu bisa mengenali kadar kegalauan kamu di sini. Tentu saja, mendekatkan diri kepada Allah lebih utama untuk menghilangkan rasa galau kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naaah... ikutan lomba GREBEK BUKU yuuuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 25 Februari nanti, buku No More Galau - Dear Bunda Cuwiy akan masuk ke toko buku gramedia dan toko lainnya. Silakan mampir ke toko buku terdekat kamu dan foto tumpukan no more galau di tobuk itu bersama kamu! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian upload Foto kamu di FB kamu, tag ke 20 orang termasuk FB Rumah Pena ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin dapat hadiah plus? Foto juga buku No More Galau plus struk pembelian buku itu di toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuuukk... mau tahu apa hadiahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara 1 : Beasiswa Menulis skenario di RUMAH PENA selama 2 minggu. Plus dapet Job juga. + Paket buku menarik dari RUMAH PENA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara 2 : Beasiswa Menulis Cerpen di RUMAH PENA selama 2 minggu. + Paket buku dari RUMAH PENA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cihuuui, kan?&lt;br /&gt;Bonus menarik untuk yang beli buku No More Galau plus fotoin struknya akan mendapatkan pulsa sebesar Rp. 10.000 untuk 5 orang yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiiww... gak rugi gak rugii...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini berlangsung dari tanggal 25 Februari 2012 sd 15 Maret 2012. Grebeeeekkk!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5bNwTqxxXPk/TzkDUcqP8qI/AAAAAAAAAH4/hi5hMuHDajE/s1600/NO+MORE+GALAUbakar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://4.bp.blogspot.com/-5bNwTqxxXPk/TzkDUcqP8qI/AAAAAAAAAH4/hi5hMuHDajE/s320/NO+MORE+GALAUbakar.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-9145588344234596257?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/9145588344234596257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/02/grebek-buku-no-more-galau-dear-bunda.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/9145588344234596257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/9145588344234596257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/02/grebek-buku-no-more-galau-dear-bunda.html' title='GREBEK BUKU NO MORE GALAU - DEAR BUNDA CUWIY'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5bNwTqxxXPk/TzkDUcqP8qI/AAAAAAAAAH4/hi5hMuHDajE/s72-c/NO+MORE+GALAUbakar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-3329233286578597449</id><published>2012-01-14T09:29:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T09:29:49.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video FTV'/><title type='text'>FTV The Virgin - Cinta Terlarang by : Achi TM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Setiap peserta yang ikut kursus dengan saya pasti saya follow up :)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Insya allah, Allah pasti akan selalu memberikan banyak kesempatan untuk saya berbagi dengan teman-teman kursus di RUMAH PENA dan Women Script.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Ini adalah salah satu hasil skenario yang saya buat dan dibantu 2 orang alumni kursus rumah pena.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Selamat Menikmati.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/CvXfftasyjo/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/CvXfftasyjo&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/CvXfftasyjo&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Ingin ikut kursus skenario dan menulis bareng saya?&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Silakan inbox fb : rumah pena (rumah_pena@yahoo.com)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;atau sms ke 085643376193&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-3329233286578597449?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/3329233286578597449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/ftv-virgin-cinta-terlarang-by-achi-tm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/3329233286578597449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/3329233286578597449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/ftv-virgin-cinta-terlarang-by-achi-tm.html' title='FTV The Virgin - Cinta Terlarang by : Achi TM'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-2929894771535494834</id><published>2012-01-08T19:37:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T19:39:14.625-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RUMAH PENA'/><title type='text'>LIPUTAN RUMAH PENA di Koran Satelit News</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Liputan RUMAH PENA di Koran Radar Tangerang (Satelit News)&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp; Senang sekali rasanya, karena hari Kamis kemarin, Rumah Pena disambangi oleh wartawan Satelit News. Yang membuat saya bangga adalah, kali ini yang diwawancarai bukan hanya saya seorang. Tapi juga beberapa anak didik RUMAH PENA yang sekarang sudah jadi pengajar dan bahkan siap meluncurkan novel-novel baru mereka. Di bawah ini adalah foto saya bersama tiga rekan RUMAH PENA lainnya.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/118062754934384/?ref=notif&amp;amp;notif_t=group_activity"&gt;RUMAH PENA&lt;/a&gt;&amp;nbsp;didirikan pada tanggal 16 April 2009. Saat ini sudah mencetak beberapa penulis cerpen dan buku seperti Avioleta Zahra, Dewi Muliyawan, Widuri Al Fath dan penulis skenario seperti Andhika Rahmadian Purnama dan kawan-kawan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Uf-_feb5oDg/TwpcpnYta8I/AAAAAAAAAHg/-QIEQSfjdX0/s1600/330487_2509890422871_1121424101_32246308_1363848083_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="http://1.bp.blogspot.com/-Uf-_feb5oDg/TwpcpnYta8I/AAAAAAAAAHg/-QIEQSfjdX0/s400/330487_2509890422871_1121424101_32246308_1363848083_o.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zLo8GZy3-Uc/TwpgYXTnKaI/AAAAAAAAAHo/b5SEF3l94HA/s1600/323633_2509831901408_1121424101_32246248_1416840975_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="366" src="http://3.bp.blogspot.com/-zLo8GZy3-Uc/TwpgYXTnKaI/AAAAAAAAAHo/b5SEF3l94HA/s640/323633_2509831901408_1121424101_32246248_1416840975_o.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xqCTIh5X1ck/Twpges1xUZI/AAAAAAAAAHw/OI4mxyMeYd0/s1600/329959_2509871222391_1121424101_32246282_1068444257_o.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="298" src="http://2.bp.blogspot.com/-xqCTIh5X1ck/Twpges1xUZI/AAAAAAAAAHw/OI4mxyMeYd0/s640/329959_2509871222391_1121424101_32246282_1068444257_o.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mau jadi seperti mereka?&lt;br /&gt;Yuk gabung di&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/118062754934384/?ref=notif&amp;amp;notif_t=group_activity"&gt;RUMAH PENA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Talenta RUMAH PENA&lt;br /&gt;Gets Your Talent here&lt;br /&gt;Kreatifkan Pikiranmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya kursus dan pendaftaran bisa langsung sms ke 085643376193&lt;br /&gt;Tersedia kursus Menulis Cerpen, Novel, Skenario dan Manga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-2929894771535494834?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/2929894771535494834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/liputan-rumah-pena-di-koran-radar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/2929894771535494834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/2929894771535494834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/liputan-rumah-pena-di-koran-radar.html' title='LIPUTAN RUMAH PENA di Koran Satelit News'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Uf-_feb5oDg/TwpcpnYta8I/AAAAAAAAAHg/-QIEQSfjdX0/s72-c/330487_2509890422871_1121424101_32246308_1363848083_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-1681636780979983321</id><published>2012-01-07T08:29:00.000-08:00</published><updated>2012-01-07T18:31:19.091-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PELATIHAN MENULIS'/><title type='text'>Pengumuman BEASISWA SKENARIO GRATIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;Alhamdulillah baru 4 hari buka pengumuman beasiswa menulis skenario bersama RUMAH PENA dan KELAS KECIL sudah ada 90 naskah dan peminat yang masuk ke email rumah_pena@yahoo.com.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;Selama 1 hari akhirnya saya dan Sokat Rachman berembuk mengenai siapa yang berhak untuk bisa mendapatkan beasiswa ini. Penilaian didasarkan oleh : kemampuan calon peserta menulis cerita, seberapa besarkeseriusan peserta ingin jadi penulis skenario dan jam terbang. Tentu saja karena ini beasiswa untuk pemula jadi kami memilih peserta yang memang benar-benar masih awam dalam dunia skenario.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;Siapa sajakah 10 orang yang beruntung mendapatkan beasiswa dari kami? Berikut ke-10 orang itu : Silakan cek, siapa tahu ada nama Anda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;1. Lingga S&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;2. Dhi Diera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;3. Siti Cholifah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;4. Kamilludin Azis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;5. Siti Anisah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace;"&gt;&lt;br style="background-color: white; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;6. Reno Puti Bulan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;7. Rizki Septina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;8. Nenny Makmun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;9 Adit Mulyana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;10. Putri Nurbaiti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="background-color: white; display: inline; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;Selamat, ya, buat yang terpilih. Silakan konfirmasi alamat FB ke saya. Bisa langsung inbox dan akan dimasukkan dalam grup Rahasia Kelas Pemula Skenario.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; line-height: 14px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: large;"&gt;Untuk yang lolos silakan inbox saya di FB untuk konfirmasi mengikuti workshop paling lambat Minggu 8 Januari 2012 lewat hari ini dianggap tak bersedia ikut dan tempatnya digantikan dengan peserta lain.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;Buat yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Terus semangat dan nantikan kabar pelatihan-pelatihan selanjutnya dari kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;Salam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;Achi TM (RUMAH PENA)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New', Courier, monospace; line-height: 14px;"&gt;&lt;a href="http://kelas-kecil.blogspot.com/"&gt;Sokat Rachman&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(KELAS KECIL)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-1681636780979983321?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/1681636780979983321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/pengumuman-beasiswa-skenario-gratis.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/1681636780979983321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/1681636780979983321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/pengumuman-beasiswa-skenario-gratis.html' title='Pengumuman BEASISWA SKENARIO GRATIS'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-6838652431963102731</id><published>2012-01-05T22:30:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T22:30:54.205-08:00</updated><title type='text'>IKUTI PELATIHAN : MARKETING FOR WRITERS &amp; BUSINESS</title><content type='html'>&lt;div class="uiAttachmentTitle" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:11}" style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left; word-break: break-word; word-wrap: break-word;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/groups/243293009046258/doc/299474556761436/" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;IKUTI PELATIHAN : MARKETING FOR WRITERS &amp;amp; BUSINESS&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="caption" style="background-color: white; color: grey; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="mts uiAttachmentDesc translationEligibleUserAttachmentMessage" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; margin-top: 5px; text-align: left; word-break: break-word; word-wrap: break-word;"&gt;&lt;div class="text_exposed_root text_exposed" id="id_4f06940af01bd9b84656528" style="display: inline;"&gt;Yang ikutan pelatihan ini akan dapat kesempatan menulis pengalamannya dalam bidang marketing : sebuah antologi (kisah inspiratif akan lahir : MOMPRENEUR :judul&amp;gt; pundi2 IRT, yang ikutan ga bakal nyesel akan dapat royalty dr buku ini, beda dengan antologi yg sdh ada....so jangan lewatkan ya,,,,segera daftar segera!&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mts uiAttachmentDesc translationEligibleUserAttachmentMessage" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; margin-top: 5px; text-align: left; word-break: break-word; word-wrap: break-word;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-IQ7KzOC58is/TwaVDVHc4wI/AAAAAAAAAHY/kGebLF-s7D8/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-IQ7KzOC58is/TwaVDVHc4wI/AAAAAAAAAHY/kGebLF-s7D8/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="text_exposed_root text_exposed" style="display: inline;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;Apa tantangan di tahun 2012? Apa target di tahun 2012? Menjadi yang seperti saat ini atau menginginkan sebuah perubahan? Meraih cita-cita untuk menjadi lebih baik, tentunya. Bukan penulis yang hanya menulis karya-karyanya tetapi juga mejadikan karyanya mampu menembus pasar yang semakin kompetitif. Diterima pembacanya, dinikmati dan diapresiasi. Apakah ingin hanya tertinggal di belakang atau maju terus ? bagaimana caranya? Satukan idealisme dan realitas. Temukan jawabannya dalam Pelatihan 2 hari, pastikan langkah anda semakin mantaf di tahun 2012, menjadikan tahun 2012 untuk meraih semua mimpi....&lt;br /&gt;IKUTI PELATIHAN : MARKETING FOR WRITERS &amp;amp; BUSINESS&lt;br /&gt;1.Waktu &amp;nbsp;&amp;nbsp;: Tgl 15 dan 16 januari 2012&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jam : 10.00 – 16.00&lt;br /&gt;2. Tempat : Restoran Mirasari Kemang Jakarta&lt;br /&gt;3. Topik : Hari 1 : Dasar2 marketing&lt;br /&gt;seputar marketing buku dan royalti (bagaimana mengelola royalti agar bisa semakin menambah margin) dan peluang bisnis lainnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hari 2 :Peluang Bisnis bagi Ibu (temukan peluang bisnis yang menghasilkan)&lt;br /&gt;4.Biaya :Rp. 500.000&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Hadiah Langsung yg keren banget utk 5 pendaftar pertama dan diskon utk yg daftar dr tgl 1- 10 ian 2012, hanya 350rb saja...buruan jangan lewatkan kesempatan emas ini, dapatkan kesempatan &amp;amp; peluang manisnya...&lt;br /&gt;5.Fasilitas : 1.hands out/materi&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. 2 x makan siang ( hari 1 &amp;amp; 2)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;3. Goodie bag&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;4.Door prizes&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5. Hadiah : 1 Novel &amp;nbsp;LOVE ASSET&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6. Sertifikat&lt;br /&gt;Investasi disetorkan melalui rekening :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a/n Dewi Kurniawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BCA : 0711613551&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRI : 0339-01-032334-50-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang sudah transfer harap konfirmasi ke mbak Deka Amalia sms ke : 08567034845&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaftaran ditunggu sampai dengan tgl&amp;nbsp;12 jan 2012&lt;br /&gt;Peserta dibatasi, bagi yg berminat dapat segera daftar &amp;amp; transfer&lt;br /&gt;Bersama Mentor : Ayi Putri Tjakrawedana&lt;br /&gt;Dengan segudang pengalaman :&lt;br /&gt;Track Record :1. Pengajar bahasa Indonesia -Inggris di YAMAHA khusus para Japanese director n manager 1987-19882. Bekerja di Duty Free shop International Airport Soekarno Hatta 1988-19893. Bekerja di American Express Bank AMEX 1989-1992 (Jakarta dan Bali)4. Bekerja di hotel Grand Hyatt, Sahid dan Imperial Country Club tahun 1992-19945.&lt;br /&gt;Bekerja sebagai penulis/wartawan/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: inline-block;"&gt;&lt;/span&gt;di berbagai media cetak tahun 1994 – 2002(SWA,Republika,Editor,Tiras,Tajuk,Prada,Orbi&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: inline-block;"&gt;&lt;/span&gt;t,Poster,femina)6. PT Saji Indonesia artist management (Tere,Audy,Valent) 2002-20047.&lt;br /&gt;PT Tjakrawedana group bidang Outsourching 2005 – sekarang8. PT Tjakrawedana group bidang kuliner 2007 – sekarang9. PT Tjakrawedana group majalah Sosalita Indonesia 2010 – sekarang10. La Viva’s English Course for Kids 2007 –sekarang11. Women Script and C Oktober 2011 – sekarang12. Kementrian Pemberdayaan Perempuan 2009 – sekarang&lt;br /&gt;13.Organisasi aktif :a. Women Script and Co ( 4 bagian)b. IWAPIc. HANURAd. ASWIPAe. ETT national journalistf. WomenBizIndg. FBWCh. ICWAi. Financial Clubj. Wine and Jazzy JakClubk. Perak 86l. Silverian Next Genm. SosIndCommn. etc&lt;br /&gt;Jangan lewatkan kesempatan ini….&lt;br /&gt;(daftar segera, peserta dibatasi)&lt;br /&gt;Manajemen WSC&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-6838652431963102731?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/6838652431963102731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/ikuti-pelatihan-marketing-for-writers.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/6838652431963102731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/6838652431963102731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/ikuti-pelatihan-marketing-for-writers.html' title='IKUTI PELATIHAN : MARKETING FOR WRITERS &amp; BUSINESS'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-IQ7KzOC58is/TwaVDVHc4wI/AAAAAAAAAHY/kGebLF-s7D8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-5869992886079466192</id><published>2012-01-05T00:52:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T00:52:48.453-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Testimoni'/><title type='text'>TESTIMONI Dari Alumni Murid RUMAH PENA</title><content type='html'>&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;TESTIMONI DARI AVIOLETA ZAHRA, Alumni murid RUMAH PENA yang sudah sering dimuat di media seperti majalah Story, Tabloid Gaul, dan terakhir di majalah GADIS. Congrats!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;***&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Asyiknya Belajar di Rumah Pena&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;Saya ini orang iseng. Iseng nulis, iseng baca buku, iseng ngutak-atik laptop sampai kena virus dan nge-hang. Salah satu keisengan yang amat saya syukuri adalah: iseng meng-add penulis cerpen yang ada di Majalah Story. Berawal dari itulah saya meng-add Ka Achi TM (Waktu itu cerpen beliau dimuat di Story edisi 04)&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Satu keisengan saya lagi: jalan-jalan di notes teman, terutama penulis senior. Dan notes Ka Achi TM pun saya babat habis! Saat itu sekitar bulan November 2010, saya terpekik girang saat membaca notes tentang kursus menulis online di notes Ka Achi TM (Founder dan Owner Rumah Pena). Otak beku saya langsung berputar dan berpikir.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Wow! Ada kursus menulis online. Medianya Yahoo Messenger! Kayaknya keren, perlu dicoba. Selama ini saya hanya menulis urakan. Apa saja yang terekam otak beku ini langsung saya tulis tanpa berpikir itu jelek atau tidak. Saya butuh pembimbing. Dari situlah akhirnya saya mendaftar kursus online. Sebenarnya saya ingin mengikuti kursus tatap muka saja, khawatirnya kalau lewat media online&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;penyampaiannya kurang maksimal. Tapi berhubung rumah saya jauuuuhh di pelosok hutan, akhirnya saya putuskan ikut yang online saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Dan ternyata Kursus online itu asyik juga. Dua jam pertemuan tiap minggu rasanya kurang. Kekhawatiran saya tentang penyampaian materi yang kurang maksimal ternyata salah. Saya bisa mengikuti kursus dengan baik. Walaupun kadang-kadang otak saya kembali nge-hang mendadak saat kursus, tapi Ka Achi TM berhasil mereparasi kerja otak saya lagi. Hehehe…Beliau juga meyakinkan saya agar tetap semangat dan optimis.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Yang paling saya suka selama kursus adalah menulis dengan batas waktu. Misal kita disuruh membuat deskripsi suatu tempat dalam waktu lima menit. Saya sangat menyukai itu. Tubuh saya rasanya seperti di getok palu, sakit. Tapi saya ingin segera menyudahi rasa sakit itu. Nah, entah kenapa setelah itu tangan saya lancer mengetik sendiri di atas keyboard.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Tiap satu minggu sekali diwajibkan menyetor satu tulisan atau mengerjakan satu pe-er. Terus terang ini memacu otak saya agar bisa membuat satu cerpen dalam waktu seminggu. Sebelumnya untuk satu cerpen, saya bias sampai berminggu-minggu atau malah molor panjang sampai beberapa bulan. Walaupun terkadang saya bandel dan tak menyetorkan cerpen dengan banyak alasan, Ka Achi TM tak memarahi saya. Beliau malah member motivasi yang lebih dahsyat lagi. Iya, amat dahsyat sampai saya terpukau dan tak menulis selama seminggu (yang ini jangan ditiru).&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Tiga bulan itu terlalu cepat. Saya belum puas belajar. Saya ingin menimba ilmu lagi. Saya bakal kangen dengan kursus di YM setiap malam Jumat. Saya bakal kangen sama kritikan cerpen saya (saya bisa sampai tiga kali merevisi cerpen. Dan saya kangen suasana hati saat merevisi itu). Saya bakal kangen sama materi-materi itu. Ah, saya bakal kangen sama semuanya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Siapa yang mau menyusul Avioleta Zahra untuk menjadi penulis cerpen di berbagai media massa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;Inbox FB : Achi TM, komen di sini atau langsung sms ke 085643376193&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-5869992886079466192?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/5869992886079466192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/testimoni-dari-alumni-murid-rumah-pena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/5869992886079466192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/5869992886079466192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/testimoni-dari-alumni-murid-rumah-pena.html' title='TESTIMONI Dari Alumni Murid RUMAH PENA'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-5819675101512871249</id><published>2012-01-03T00:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-03T00:58:43.880-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Ciamik'/><title type='text'>APEL YANG TERCECER</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ini tulisanku saat masih belajar membuat cernak tahun 2006 wah sudah 6 tahun yang lalu ^_^&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16.0pt;"&gt;APEL YANG TERCECER&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;~ Achi TM ~&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di suatu desa yang sangat subur hiduplah seorang pemuda miskin bernama Alen. Dia malas bekerja. Setiap hari Alen hanya berjalan santai mengelilingi jalan setapak perkebunan warga sambil melihat-lihat ke bawah. Berharap ada uang jatuh dari langit atau hasil kebun yang tercecer. Ia selalu membawa keranjang kosong untuk diisi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hampir setiap hari Alen menemukan ada beberapa tomat, cabai segar, buah apel, gandum, dan ketimun yang jatuh dari keranjang petani. Terkadang Alen juga menemukan beberapa keping uang emas yang sudah kotor. Hasil buah dan sayuran temuannya itu sering Alen jual ke pasar dengan harga yang sangat murah dan tentu saja membuat petani lainnya menjadi kesal karena dagangan mereka menjadi tidak laris.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alen juga tidak pernah membantu warga yang sedang kesusahan. Bila ada tetangganya yang meminta bantuan, Alen selalu meminta imbalan. Bila tidak diberikan maka Alen tidak mau membantu. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Suatu hari Alen mendapatkan banyak buah apel yang tercecer di jalan. Alen bersiul senang menuju pasar untuk menjual apel-apel itu ketika berjalan di sekitar perkebunan, Alen mendengar ada orang berteriak meminta tolong. Suara itu berasal dari pinggir parit. Alen berlari menghampirinya dan melihat ada seorang kakek tua yang terjatuh ke dalam parit.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Anak muda... tolong... tolong aku,” ujar kakek tua itu merintih kesakitan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alen berpikir sejenak sambil mengusap dagunya kemudian dia bertanya. “Kalau aku menolong kakek? Kakek akan memberikan aku apa? Uang, buah, atau sayur?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Aduh... kaki kakek sakit,” ringis kakek itu. Dia menatap Alen dengan iba. “Maafkan kakek anak muda. Kakek tidak punya apa-apa untuk diberikan pada kamu. Tetapi bila kamu mengeluarkan aku dari dalam parit ini, aku akan selalu mendoakanmu selalu sehat dan murah rejeki. Tolonglah anak muda... tolong aku....”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alen menggeleng cepat lalu melangkah pergi meninggalkan kakek tua itu yang masih kesakitan di dalam parit. “Enak saja! Memangnya doa bisa membuat aku kaya! Suruh saja orang lain menolong kakek!” ketus Alen.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kakek tua itu menangis dalam hati dan berdoa pada Tuhan agar Alen diberikan kesadaran. Keesokan harinya, Alen berjalan lagi di sekitar perkebunan. Di tengah jalan dia bertemu seorang anak kecil yang jatuh dari kuda. Kaki anak kecil itu berdarah dan kudanya juga terluka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kakak... kakak! Tolong kami! Tolong aku dan kudaku...” ujar anak kecil itu sambil tersedu, “aku dari desa sebelah, kak! Tolong kakiku berdarah sangat banyak.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alen melihat kuda anak kecil lalu menjentikkan jari. “Baik, aku akan menolongmu, tapi kudamu harus diberikan padaku.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jangan!” bantah anak kecil itu, “kuda itu bukan milikku. Itu punya majikanku. Aku hanya ditugaskan untuk mengantarkan surat pada seseorang yang ada di desa ini.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Wah... kalau begitu maaf. Aku tidak bisa membantumu,” jawab Alen angkuh, “lebih baik aku habiskan waktuku untuk mencari buah dan sayur di sekitar kebun ini daripada membantumu! Huh... rugi! Cuma bikin capek saja!” Alen pun pergi meninggalkan anak kecil itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Beberapa minggu kemudian desa Alen dilanda kekeringan. Pohon-pohon tidak lagi berbuah banyak dan sayuran banyak yang layu. Alen tidak menemukan sebutir pun buah dan sayuran yang tercecer di jalanan. Ia pun tidak menemukan sekeping uang pun. Padahal perut Alen sudah sangat lapar dan perlu diisi. Alen berjalan dengan sangat lemah ke arah pasar. Saat melewati balai desa Alen melihat banyak sekali warga berkerumun. Setiap orang yang keluar dari balai desa pasti membawa sekarung gandum dan sayuran. Alen bertanya pada salah seorang warga. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Siapa yang membagi-bagikan makanan di balai desa?” tanya Alen.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Seorang saudagar kaya raya dari desa sebelah, cepat ikut antri sebelum kehabisan,” jawab warga tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena begitu laparnya, Alen berlari menuju balai desa dan menyerobot antrian. Dia tidak peduli banyak warga yang protes. Alen berlari menuju saudagar kaya yang sedang membagikan makanan. Namun betapa terkejutnya dia ketika melihat bahwa ternyata saudagar kaya itu adalah seorang kakek tua yang dahulu pernah jatuh ke dalam parit. Di samping kakek tua itu ada seorang anak kecil yang dahulu pernah jatuh dari kudanya. Keduanya pernah meminta tolong pada Alen namun Alen menolak. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ke... kenapa kalian di sini?” tanya Alen gugup.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Oh... kamu anak muda yang waktu itu,” jawab si kakek, “maaf kamu tidak kebagian jatah makanan untuk saya bagikan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iya, Alen! Kamu, kan, bukan petani. Jatah makanan ini hanya dibagikan untuk petani saja. Kerjamu, kan, hanya memungut hasil kebun yang jatuh!” celetuk seorang warga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kak,” anak kecil di samping kakek tua angkat bicara kepada Alen, “kakek ini adalah majikanku. Beliau adalah saudagar kain kaya raya di desa sebelah. Waktu mampir kemari beliau pernah dirampok dan dijatuhkan ke dalam parit. Dia kemudian ditolong oleh Kepala Desa. Waktu aku jatuh dari kuda, aku disuruh mengantarkan surat ucapan terima kasih kepada Kepala Desa.” Anak kecil itu menjelaskan. “Sekarang desa ini kelaparan dan Kepala Desa meminta tolong pada Tuanku untuk membagikan separuh rizkinya.”&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Alen menunduk malu. Ia teringat akan sikap malasnya dalam bekerja. Dan betapa kikirnya dia dalam menolong orang lain. Karena tidak kebagian jatah makanan, Alen keluar dari balai desa dengan tangan hampa dan menangis penuh penyesalan. Namun tiba-tiba kakek tua menghampirinya dan menyerahkan sekarung gandum dan seikat sayur.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Anak muda,” ujar kakek itu, “ketahuilah. Setelah kamu pergi, beberapa buah apel yang ada dalam keranjangmu jatuh ke dalam parit. Selama menunggu ada orang lain yang mau menolongku, aku sangat kelaparan di dalam parit. Dan berkat buah-buah apel yang jatuh dari dalam keranjangmu itu aku masih bisa bertahan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alen semakin malu untuk menatap wajah kakek tua itu. “Ta... tapi, kek, buah-buah itu sebenarnya bukan milikku. Itu adalah milik warga yang tercecer di jalan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tapi kalau buah itu tidak kamu ambil maka aku tidak bisa memakan buahmu. Bila aku tidak makan maka aku tidak akan punya tenaga untuk bisa berteriak minta tolong. Kalau aku tidak teriak, Kepala Desa tidak akan bisa tahu kalau ada aku di dalam parit. Seandainya saat itu aku mati di dalam parit maka aku tidak bisa membagikan bantuan makanan kepada warga di sini.” Papar kakek tua itu bijak. “Meskipun sebenarnya perbuatanmu itu tidak terpuji tetapi aku harus tetap berterima kasih kepadamu.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan hati yang sangat malu, Alen mengangguk dan memahami kesalahannya. Bagaimana seseorang yang pernah ia jahati ternyata menyimpan sisi baik dari dalam diri Alen dan tidak menyimpan dendam. Sejak saat itu Alen berjanji untuk bercocok tanam sendiri dan tidak mengandalkan buah-buah yang tercecer di jalanan. Dia pun menjadi lebih rajin menolong sesama tanpa meminta imbalan. Sampai kemudian Alen menjadi seorang pemilik perkebunan terbesar di negaranya dan menjadi orang yang sangat dermawan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-5819675101512871249?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/5819675101512871249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/apel-yang-tercecer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/5819675101512871249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/5819675101512871249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/apel-yang-tercecer.html' title='APEL YANG TERCECER'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-5676985267078200022</id><published>2012-01-01T22:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-01T23:40:02.098-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel LOVE ASSET'/><title type='text'>All About novel LOVE ASSET</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Love-Asset/256518047728595"&gt;Love Asset&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Selama enam tahun saya bergelut dalam dunia tulis menulis, baru di novel inilah saya diberikan kepercayaan untuk menjadi seorang editor novel! Wow! Novel ini dibuat saat kami sama-sama melakukan kopi darat komunitas penulis perempuan. Di sana, terbetik ide untuk membuat sebuah novel berantai. Awalnya aku sempat ragu, bagaimana coba caranya bikin novel berantai? Tapi ide itu terus bergulir sampai akhirnya aku ditunjuk sebagai editor dan penyelaras isi.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bQaf6EmwXOk/TwFTPWNZm8I/AAAAAAAAAFw/r9TolxvdMdA/s1600/399457_2393043307417_1290939745_31932839_80984337_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-bQaf6EmwXOk/TwFTPWNZm8I/AAAAAAAAAFw/r9TolxvdMdA/s320/399457_2393043307417_1290939745_31932839_80984337_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;&amp;nbsp;Novel Love Asset cetakan kedua&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oke... sekarang apa yang aku harus lakukan sebagai penyelaras isi? Tentu saja aku harus menyelaraskan isi 16 tulisan dari 16 kepala yang berbeda sehingga menjadi SATU NOVEL yang bagus dan berkualitas. Cks, kebayang, dong susahnya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau dibilang susah iya, tapi karena aku didukung penuh oleh suami dan 16 penulis lainnya, aku pun memutuskan untuk terus bertahan mengerjakan proyek ini. Kesibukanku sebagai penulis skenario pun harus kejar-kejaran dengan kesibukan mengedit novel. 2 Hari sekali, penulis akan mengirimkan bab 1, bab 2, lalu terus begitu sampai dengan ending. Nah, setiap penulis mengirimkan tulisannya aku wajib membacanya kemudian melihat garis besar cerita yang sudah disepakati bersama. Sesuaikah ceritanya dengan GBC? Sesuaikah karakter tokohnya dengan karakterisasi yang sudah disepakati juga? Sesuaikah gaya bahasanya dengan gaya bahasa bab 1?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-h9Q5ZnODL3w/TwFTjndHTII/AAAAAAAAAF8/ftmdXP6s1P0/s1600/376750_2179237642409_1290939745_31842597_548400780_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-h9Q5ZnODL3w/TwFTjndHTII/AAAAAAAAAF8/ftmdXP6s1P0/s320/376750_2179237642409_1290939745_31842597_548400780_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;250 Eks Love Asset dalam launching terjual habis!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yap! Karena ini adalah novel -bukan kumpulan cerpen- yang ditulis oleh 16 kepala maka sebisa mungkin semua orang harus mempunyai gaya bahasa yang mirip. Dan sebagai editor aku memutuskan gaya bahasa di Bab 1 harus menjadi panutan semua penulis. Karena sejak membaca Bab awal, pembaca sudah mempersiapkan diri untuk terus menikmati gaya tulisan yang seperti itu. Apabila mendadak berubah di bab 2 tentu saja pembaca akan mengernyitkan dahi bukan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-doqdBq1vhbI/TwFT6GAaq9I/AAAAAAAAAGI/iC5Hf_JoqQA/s1600/313154_2219853297775_1290939745_31860650_843107423_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-doqdBq1vhbI/TwFT6GAaq9I/AAAAAAAAAGI/iC5Hf_JoqQA/s320/313154_2219853297775_1290939745_31860650_843107423_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;i&gt;Sebagian penulis Love Asset dalam launching novel Zara Zettira&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-cnnGd4ANYpU/TwFULThyoWI/AAAAAAAAAGU/mwz4tINXxDA/s1600/377693_2219892658759_1290939745_31860653_1694723163_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-cnnGd4ANYpU/TwFULThyoWI/AAAAAAAAAGU/mwz4tINXxDA/s320/377693_2219892658759_1290939745_31860653_1694723163_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;i&gt; Novel Love Asset di tangan Zara Zettira ZR&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, kendalanya tak semua penulis punya kemampuan untuk mengikuti gaya bahasa seseorang. Di situlah aku turun tangan untuk menyamakannya. Minimal tidak terlalu jauh dengan gaya bahasa di bab 1. Nah, setelah aku mengecek semua cerita dari Bab 1 sd Bab 23, aku melempar kembali ke penulis untuk direvisi. Setelah direvisi dikirim balik ke aku lalu aku poles lagi. Menambal-nambal tulisan yang masih kaku, menambahkan konflik supaya lebih bernas, menyamakan karakter yang agak melenceng dan tentu saja mengedit EYD.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hnTine27hW8/TwFUaJGwdfI/AAAAAAAAAGg/8k0ELYlVl4c/s1600/393527_2375651952644_1290939745_31925082_360674065_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-hnTine27hW8/TwFUaJGwdfI/AAAAAAAAAGg/8k0ELYlVl4c/s320/393527_2375651952644_1290939745_31925082_360674065_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Liputan Love Asset di majalah Sekar&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fyuuh... ini ternyata bukan pekerjaan mudah. Hampir setiap malam aku tidur pukul 02.00 karena terkadang harus menunggu si penulis kirim revisian. Udah berasa emak-emak nunggu anak gadisnya pulang ^_^. Well... tapi ini sebuah pengalaman seru. Karena setelah selesai aku selaraskan dalam waktu 30 hari aku melempar semua novel ke penulis. Dan ternyata masih ada aja kekeliruan, ya maklumlah novel ini berjumlah 268 halaman A4. Dengan berbagai karakter kepenulisan. Menambalnya pasti tidak bisa sempurna. Tapi berkat kerjasama ke 16 penulis maka novel ini pun menjadi sempurna. Perfect!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan bantuan dari manajer novel ini, mbak Ayi Putri maka novel ini pun mulai diproses untuk menjadi sebuah buku. Awalnya karena harus mengantri cetak di percetakan, kami pun mencetak 250 eks pertama dan terjual ludes dalam acara launching novel kami! Fantastis! Karena banyaknya permintaan, kami pun bergegas mengurus percetakan kembali dan kini Love Asset dalam proses cetak 10 ribu eks! 500 eks awal sudah habis melalui indent.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_Zc6JSh5o70/TwFUpRVZDeI/AAAAAAAAAGs/m-pthBPmmnA/s1600/385568_2281459802581_1431417660_31786176_162613005_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-_Zc6JSh5o70/TwFUpRVZDeI/AAAAAAAAAGs/m-pthBPmmnA/s320/385568_2281459802581_1431417660_31786176_162613005_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Promosi Love Asset di Radio D FM&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Well! Ingin tahu bagaimana sinopsis singkat Love Asset? Kunjungi page &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Love-Asset/256518047728595"&gt;Love Asset&lt;/a&gt; di Facebook dan dapatkan pengalaman seputar cinta yang berbeda dari biasanya. Ini bukan sembarangan kisah cinta, ini adalah perjuangan untuk mendapatkan cinta abadi. Karena cinta sejati tak akan pernah tertukar sekali pun oleh asset!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_9wQAcl9_58/TwFU6j612iI/AAAAAAAAAG4/KYWsVt3tPD8/s1600/303783_2179254642834_1290939745_31842602_623689764_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-_9wQAcl9_58/TwFU6j612iI/AAAAAAAAAG4/KYWsVt3tPD8/s320/303783_2179254642834_1290939745_31842602_623689764_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qdyRtjxaYrU/TwFVCYXIMsI/AAAAAAAAAHE/ULfQiRNY9qU/s1600/392697_2404574115680_1290939745_31940461_845018188_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-qdyRtjxaYrU/TwFVCYXIMsI/AAAAAAAAAHE/ULfQiRNY9qU/s320/392697_2404574115680_1290939745_31940461_845018188_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salam LOVE ASSET&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Achi TM&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Editor and Writer Love Asset&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*ingin pesan Love Asset? Silakan sms ke 085643376193&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Butuh editor dan penyelaras isi untuk novel yang sedang Anda buat? Silakan hubungi saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-5676985267078200022?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/5676985267078200022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/all-about-novel-love-asset.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/5676985267078200022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/5676985267078200022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/all-about-novel-love-asset.html' title='All About novel LOVE ASSET'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bQaf6EmwXOk/TwFTPWNZm8I/AAAAAAAAAFw/r9TolxvdMdA/s72-c/399457_2393043307417_1290939745_31932839_80984337_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-507386786311323029</id><published>2012-01-01T08:30:00.000-08:00</published><updated>2012-01-01T08:30:20.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PELATIHAN MENULIS'/><title type='text'>BEASISWA GRATIS! BELAJAR MENULIS SKENARIO SELAMA 1 Bulan!</title><content type='html'>&lt;div class="uiAttachmentTitle" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:11}" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left; word-break: break-word; word-wrap: break-word;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="caption" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="mts uiAttachmentDesc translationEligibleUserAttachmentMessage" style="background-color: white; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; margin-top: 5px; text-align: left; word-break: break-word; word-wrap: break-word;"&gt;&lt;div class="text_exposed_root text_exposed" id="id_4f0085fe969016106198767" style="display: inline;"&gt;Berita gembira buat kamu yang suka menulis skenario!&lt;br /&gt;Rumah Pena dan Kelas Kecil bekerja sama mengadakan Kelas Online Kursus Skenario Gratis!&lt;br /&gt;Selama 1 Bulan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta terbatas! Hanya 10 orang saja.&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline;"&gt;Apakah Anda yang berhak mengikuti kursus skenario gratis ini?&lt;br /&gt;Coba dulu tantangan kami!&lt;br /&gt;Buatlah sebuah sinopsis cerita 1/2 halaman lalu tulis alasan kenapa kamu harus menerima beasiswa kursus menulis skenario?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirim jawaban kamu ke email rumah_pena@yahoo.com&lt;br /&gt;Paling lambat tanggal 5 Januari jam 23.59 WIB. 10 Pemenang yang beruntung akan diumumkan tanggal 7 Januari dan langsung dimasukkan dalam GRUP RAHASIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pengajarnya?&lt;br /&gt;Inilah dia...&lt;br /&gt;Achi TM dan Sokat Rachman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achi TM adalah penulis serial anak-anak dan puluhan FTV. Sokat Rachman, penulis puluhan naskah skenario sitkom seperti Coffe Bean, Cagur Naik Bajaj, Kejar Tayang dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik?&lt;br /&gt;Ayo tunggu apalagi! Buat sinopsis mini-nya lalu kirim!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagii??????&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-507386786311323029?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/507386786311323029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/beasiswa-gratis-belajar-menulis.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/507386786311323029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/507386786311323029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2012/01/beasiswa-gratis-belajar-menulis.html' title='BEASISWA GRATIS! BELAJAR MENULIS SKENARIO SELAMA 1 Bulan!'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-3515920761785221558</id><published>2011-12-31T23:04:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T23:04:47.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video FTV'/><title type='text'>FTV Miss Sisil dan Mr. Untung script by : Achi TM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Silakan ditonton ^_^ semoga memberikan manfaat.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Tertarik untuk kursus menulis skenario bersama Achi TM?&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Silakan kirim komentar, mampir ke page Achi TM di FB atau sms ke 085643376193&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;1 bulan kursus sudah langsung dapat job.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/B9R4wHbo9g4/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/B9R4wHbo9g4&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/B9R4wHbo9g4&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-3515920761785221558?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/3515920761785221558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/ftv-miss-sisil-dan-mr-untung-script-by.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/3515920761785221558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/3515920761785221558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/ftv-miss-sisil-dan-mr-untung-script-by.html' title='FTV Miss Sisil dan Mr. Untung script by : Achi TM'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-53591288348438373</id><published>2011-12-31T22:39:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T22:39:56.822-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video FTV'/><title type='text'>Suasana Syuting FTV Cinta Terlarang di SCTV</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;FTV ini akan segera tayang di SCTV.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Cinta Terlarang diperankan oleh The Virgin.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Skenario by : Rumah Pena, Achi TM, dan Agung Argopo&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/9hy5BT2bRT0/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9hy5BT2bRT0&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/9hy5BT2bRT0&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-53591288348438373?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/53591288348438373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/suasana-syuting-ftv-cinta-terlarang-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/53591288348438373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/53591288348438373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/suasana-syuting-ftv-cinta-terlarang-di.html' title='Suasana Syuting FTV Cinta Terlarang di SCTV'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-2346441332591783784</id><published>2011-12-31T22:17:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T22:17:05.820-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video FTV'/><title type='text'>VIDEO FTV Air Mancur In Love di RCTI - Salah satu FTV yang diposting di youtube ^_^</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Ini adalah salah satu FTV di antara puluhan FTV yang saya tulis. Kebetulan ketemu di Youtube ^_^&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Ingin belajar menulis skenario TV dan FTV? Plus langsung dapat job dari saya? Silakan hubungi saya di FB Achi TM / 085643376193&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/1niG68N4SKA/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1niG68N4SKA&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/1niG68N4SKA&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-2346441332591783784?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/2346441332591783784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/video-ftv-air-mancur-in-love-di-rcti.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/2346441332591783784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/2346441332591783784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/video-ftv-air-mancur-in-love-di-rcti.html' title='VIDEO FTV Air Mancur In Love di RCTI - Salah satu FTV yang diposting di youtube ^_^'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-1460104570716550243</id><published>2011-12-31T20:50:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T20:50:31.864-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Inspiratif'/><title type='text'>KATA HATI - KEAJAIBAN PERNIKAHAN</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;KEAJAIBAN PERNIKAHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;~ Achi TM ~&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Saya menikah di usia 22 tahun, saat menikah saya hanya menjadi penulis cerpen yang baru merintis karier. Tidak sedang bekerja di instansi mana pun. Saya pun belum mempunyai ijazah D3. Suami saya juga hanya seorang buruh pabrik, dia belum lulus kuliah dan penghasilannya pas-pasan. Saat itu….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena saya percaya bahwa dalam setiap pernikahan yang suci pasti akan ada yang namanya keajaiban. Oleh karena itu saya tidak ragu dan takut untuk melangkah menuju pelaminan. Meskipun orang tua sempat sangsi, teman-teman dan saudara sedikit mencibir, saya tetap pada pendirian saya. Benar saja, menjelang pernikahan saya ditawari seorang teman untuk menulis skenario untuk sebuah program TV swasta. Meskipun tidak punya pengalaman sama sekali di bidang itu tapi saya berani mengiyakan. Saya mau belajar dan mau bekerja keras. Penuh rasa syukur saya ucapkan, hanya dalam waktu dua bulan saya berhasil menulis 10 episode skenario stripping meskipun dengan revisi bolak-balik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya sudah beranjak menjadi seorang penulis script tapi suami saya hanya menjadi buruh? Saya tidak peduli, meskipun terdapat perbedaan pendapatan yang besar di antara kami. Walau sesekali sempat cekcok mengenai hal ini tapi tidak membuat hubungan kami goyah. Setelah 2 bulan menikah, saya baru tahu kalau saya sudah hamil 2 minggu. Skenario stripping tetap harus disetor jam 5 pagi, untuk persiapan syuting sutradara. Saya pun tetap bergadang hingga jam 2 pagi dengan kondisi perut yang keram. Karena sudah tak kuat, saya berbaring. Saya bingung bukan main karena pimpro terus menerus menelepon. Bagaimana saya bisa mengetik sambil tidur? Sedangkan saya belum punya laptop saat itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Maka dengan sigap, suami saya mengajukan diri untuk melanjutkan skenario yang baru setengah jalan. Saya sempat sangsi tapi dia meyakinkan saya. Demi kesehatan saya dan bayi saya, ujar suami saya. Akhirnya saya bicara dan ia mengetik. Hal itu kami lakukan selama seminggu dan tanpa diduga ternyata suami saya bisa menulis satu naskah full tanpa bantuan dari saya. Saya dan semua keluarga takjub, karena suami saya tidak punya basic belajar menulis. Bahkan menulis puisi pun tidak bisa! Itu adalah keajaiban pernikahan yang sangat indah. Membuat roda perekonomian kami melaju ke atas dengan begitu cepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya terharu saat itu, ketika suami saya keluar dari pabrik dan memutuskan untuk menjadi penulis skenario. Ya… saya dan suami menulis skenario hingga saat ini. Hingga anak kami sudah berumur 3 tahun 3 bulan. Percayalah akan selalu ada keajaiban dalam sebuah pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;*dimuat di majalah Sekar, minggu pertama bulan November.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-1460104570716550243?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/1460104570716550243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/kata-hati-keajaiban-pernikahan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/1460104570716550243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/1460104570716550243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/kata-hati-keajaiban-pernikahan.html' title='KATA HATI - KEAJAIBAN PERNIKAHAN'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-8925746771314683737</id><published>2011-12-30T20:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-30T20:19:30.640-08:00</updated><title type='text'>Anda tak akan pernah bisa jadi penulis</title><content type='html'>Jika Anda tidak mulai menulis dari sekarang!&lt;br /&gt;Siapa pun bisa menjadi penulis. Tapi hanya sedikit yang mampu menjadi penulis profesional. Pro bukanlah diukur dari sudah berapa lama kita menulis namun dari sejauh apa kita terus memperbaiki kualitas tulisan kita. Perbanyak perbendaharaan dengan rajin membaca. Jangan berpuas diri dengan semua tulisan yang kita buat. Cari trainer yang tidak hanya memberikan kritik yang membangun tapi juga mampu memberikan solusi dan membantu Anda memperbaiki tulisan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesional berarti menulis dengan sungguh-sungguh. Menulis dengan bertanggung jawab. Memberikan manfaat kepada pembaca dan jauhkan diri dari sikap plagiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat  tahun baru. Siapkan diri kita semua untuk menjadi lebih profesional.&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Achi TM&lt;br /&gt;Writer and trainer&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-8925746771314683737?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/8925746771314683737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/anda-tak-akan-pernah-bisa-jadi-penulis.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/8925746771314683737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/8925746771314683737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/anda-tak-akan-pernah-bisa-jadi-penulis.html' title='Anda tak akan pernah bisa jadi penulis'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-2392344176928400118</id><published>2011-12-30T10:02:00.001-08:00</published><updated>2011-12-30T10:02:42.940-08:00</updated><title type='text'>Pelatihan Menulis Cerpen bersama Reni Erina, dan sharing with motivator tuna netra Ramaditya Adikara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Xrdpx1-0N8M/Tv376AyNJpI/AAAAAAAAAFI/xbmPduvn-ls/s1600/11092011921.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://2.bp.blogspot.com/-Xrdpx1-0N8M/Tv376AyNJpI/AAAAAAAAAFI/xbmPduvn-ls/s320/11092011921.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-OnbWQEuPDNk/Tv38CJcSJeI/AAAAAAAAAFQ/0EyN-G46NDo/s1600/11092011901.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://4.bp.blogspot.com/-OnbWQEuPDNk/Tv38CJcSJeI/AAAAAAAAAFQ/0EyN-G46NDo/s320/11092011901.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FN5SheJpaR4/Tv38OvsqlcI/AAAAAAAAAFc/Z2w0GZm7rUo/s1600/11092011904.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://4.bp.blogspot.com/-FN5SheJpaR4/Tv38OvsqlcI/AAAAAAAAAFc/Z2w0GZm7rUo/s320/11092011904.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dZkVFQ6s_1s/Tv38aTghXTI/AAAAAAAAAFk/hoEJac9OIK0/s1600/11092011911.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://4.bp.blogspot.com/-dZkVFQ6s_1s/Tv38aTghXTI/AAAAAAAAAFk/hoEJac9OIK0/s320/11092011911.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-2392344176928400118?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/2392344176928400118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/pelatihan-menulis-cerpen-bersama-reni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/2392344176928400118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/2392344176928400118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/pelatihan-menulis-cerpen-bersama-reni.html' title='Pelatihan Menulis Cerpen bersama Reni Erina, dan sharing with motivator tuna netra Ramaditya Adikara'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Xrdpx1-0N8M/Tv376AyNJpI/AAAAAAAAAFI/xbmPduvn-ls/s72-c/11092011921.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1260386992287922382.post-6042349694363362439</id><published>2011-12-30T07:49:00.000-08:00</published><updated>2011-12-30T07:49:04.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Ciamik'/><title type='text'>[Cerpen] Menjelma Matahari - dimuat di Story Magazine bulan Juli/2011</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;MENJELMA MATAHARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;~ Achi TM ~&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Aku berlari menyusuri udara shubuh yang menusuk tulang rusuk, kakiku masih nyeri, bekas tabrakan motor kemarin. Tapi luka dan nyeri ini tak seberapa besar ketimbang kesedihan hati &amp;nbsp;Narti. Dia sahabat terbaikku. Kami sudah bersahabat sejak kecil, ia adalah sosok pemimpi dan perempuan paling pejuang yang pernah aku kenal. Yang aku kenal, bukan yang kalian kenal. Ia hidup dalam kesendirian tanpa orang tua sejak usia 12 tahun, tanpa sanak saudara dan ia enggan tinggal dengan sepupu, tante, uwak atau Pak De-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Aku tak ingin menjadi beban pun tak ingin berhutang budi. Takut tak mampu aku membalas budi mereka.” Jawab Narti ketika suatu waktu aku mengantarkan makanan untuknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ia lebih memilih sendiri, menempati rumah sepi di depan sawah luas membentang, yang ditemani pohon-pohon cemara yang setengah meranggas dan pohon kelapa yang tak begitu tinggi. Rumah tinggal kami memang dekat pantai, sejauh mata memandang terhampar perbukitan luas. Bila pagi disibak, perbukitan itu berwarna biru, bagaikan ombak lautan yang menggulung tinggi. Namun bila siang terang, perbukitan itu nampaklah hijaunya. Bila kabut-kabut telah disibak maka keindahan pun dapat disimak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumah kami berdua dipisahkan oleh lima petak kandang sapi. Bau tai sapi selalu meruar setiap petang, sampai malam menemani dan meringkus hidung kami dengan bau kotoran mereka. Nyengat namun memberikan sensasi. Ah, bila orang kota tiba di sini, mereka mungkin hanya bersungut-sungut dan lekas kabur. Siapa tahan dengan bau kotoran sapi? Kami tahan, karena sejak kecil kami hidup berdampingan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sapi-sapi itu milik orang tuaku, karena tak ingin menjadi budi, Narti memilih menjadi pemerah sapi. Ia bekerja setelah shubuh berkumandang dan selesai sebelum jingga bertaburan di perbukitan. Dibawanya susu perahan itu ke pasar, berjalan kaki dengan semangat penuh. Menemani matahari yang menyongsong menyambut pagi dan dengan senyum merekah Narti selalu berteriak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Selamat pagi matahari!” sambil menenteng termos-termos besar berisi susu-susu segar. Setelah menempuh sepuluh kilometer perjalanan barulah ia bertemu pasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tak usai ia bekerja, pulang dari pasar Narti memilih turun ke sawah. Ke sawah petak orang tuanya yang hanya terdiri dari 200 meter. Ah, tak seberapa beras yang dihasilkan oleh padi-padi yang tumbuh di atas tanah sekecil itu. Paling hanya mampu digunakan untuk dirinya sendiri. Sesekali ia memburuh, menempelkan pelepah-pelepah pisang kering untuk dijadikan hiasan kerajinan tangan. Peluh, lelah, letih tak ia hiraukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bila sudah malam dan sendirian, seringkali kudapati Narti tengah membersihkan bandul besar kalung peninggalan kedua orang tuanya. Bila sedang iseng, ingin rasanya kubuka bandul besar itu dan mengintip isinya tapi Narti selalu marah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mungkin saja isinya emas, Nar! Bisa dijual!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Orang tuaku tidak pernah menyuruhku membuka kalung ini kecuali bila bandul ini terbuka sendiri!” begitu tegasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ya sudah, aku biarkan saja ia menjaga dan merawat kalung itu baik-baik untuk kemudian ia pakai lagi. Nampaknya kalung peninggalan almarhum orang tuanya mampu membuat ia terjaga dari mimpi buruk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekolahnya hanya Paket B, setelah lulus persamaan SMP, ia pun masuk Paket C.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tak peduli aku dengan sekolah bergengsi, yang penting aku punya ilmulah. Tak bodoh-bodoh amat!” jelasnya saat orang tua kami mengajak Narti untuk sekolah di sekolah negeri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekali lagi, Narti tak ingin berbalas budi. Ah, Narti… keras sekali pendirianmu itu? Bukankah tak baik menolak bantuan orang lain? Tapi sepertinya keputusan Narti benar, setahun setelah aku sekolah SMA, sapi-sapi Ayahku terkena Antraks, tak semua memang tapi cukuplah kami merugi. Menyekolahkan aku dan kedua adikku saja sudah membuat Ayah kami harus banting tulang tiga kali lipat. Baguslah dulu Narti menolak disekolahkan…. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah tak lagi memerah susu, Narti memilih menghabiskan sisa shubuhnya dengan duduk di pinggir aliran sungai kecil irigasi. Menantikan matahari terbit. Tapi ia buta akan arah angin, ia tunggu matahari di ufuk Barat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Narti… matahari tak akan terbit dari arah barat.” Jelasku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Taklah… matahari terbit dari sini! Dulu sekali, waktu aku kecil, Ayahku pernah mengajakku melihat matahari di sini!” tegasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Narti… ingatan kamu itu, kan, tak kuat. Lagipula kamu tak pandai benar menentukan mata angin. Percayalah padaku. Ini arah barat! Kalau matahari terbit di barat, kiamatlah kita!” jawabku kesal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tapi Narti bergeming, ia memunggungiku, tetap memandang hamparan Langit yang membentang seolah kubah besar yang menaungi bumi yang bulat. Ya sudahlah, aku putuskan untuk meninggalkannya, berangkat ke sekolah. Tapi diam-diam kudapati air mata Narti menetes ke bawah. Ah… ia pasti teringat dengan almarhum kedua orang tuanya. Apa lagi yang bisa kuperbuat selain memeluknya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Benar saja, Narti tak mendapati apa-apa, ia hanya mendapati bulan bulat penuh keemasan yang tegak diiringi bintang gemintang. Langit biru tua yang kekar perlahan-lahan tersibak, seperti robek dan memancarkan langit biru mudah keputih-putihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bintang kembali ke peraduan sementara bulan menari-nari, bergoyang-goyang kecil seraya mindik-mindik di balik awan. Mengucapkan perpisahan pada malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Lihat! Lihat! Setelah bulan itu tenggelam matahari pasti terbit!” Narti sumringah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tapi berapa lamapun kau menunggu, matahari tak pernah muncul dari Barat. Kecuali kiamat! Titik!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Narti tetap bergeming. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ka, kamu lihat Narti tidak?” Tanya Pak De Mul. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Lelaki yang sudah lama berimigrasi ke tanah Sumatra ini. Narti sendiri bukanlah orang Sumatra asli. Ibunya yang perempuan Jawa menikah dengan Ayahnya yang orang Medan. &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tak tahu, Pak De… memang Narti kemana? Sudah dua hari ini aku belum bertemu dengannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tak tahulah… rumahnya gelap terus….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lantas aku dan Pak De Mul pergi ke rumah Narti. Benar saja, rumahnya gelap terus. Lantas aku mengetuki rumah Narti, tak ada sahutan. Pak De Mul berharap cemas menunggu. Tiba-tiba Narti muncul dari belakang rumah sambil membawa setumpuk pakaian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wajahnya pucat melihat Pak De Mul. Ia menunduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Narti… kamu!” sekonyong-konyong Pak De Mul memukul Narti. Sebelum ada pukulan kedua, aku segera melindungi Narti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Pak De apa ini!? Tahu begini tak kuajak Pak De ke rumah Narti!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Pantas saja kamu aku panggil tak menjawab! Rupanya kamu mau ingkar!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Apa pula Pak De! Apa Narti? Kenapa? Ada apa!?” aku mulai kesal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kurasakan Narti menangis di punggungku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Rika, sahabatmu ini sudah mengkhianati kepercayaan Pak De! Dia bilang mau pinjam sapi Pak De untuk bajak sawah! Tapi nyatanya sapi itu sekarang mati digorok orang!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Pak De tak mau dengarkan penjelasanku! Sapi itu dicuri… dicuri saat aku sedang tertidur!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Makanya kerjamu tak becus! Hilang sapiku! Ganti sapiku! Tujuh juta aku rugi!” Pak De Mul menjulurkan tangan kekarnya ke sampingku, tepat mengenai wajah Narti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Sekuat tenaga aku menahan lengannya yang besar penuh otot. Apalah tanganku? Tak mampu menahan laju tenaganya yang besar. Jadilah aku didorongnya habis-habisan. Tersungkur di tanah, wajahku terjerembab, tersuruk ke dalam lumpur basah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di sela-sela mataku yang kotor oleh lumpur, kulihat Narti tengah dipukuli oleh Pak De Mul. Kaki lelaki itu menendangi tubuh Narti yang kurus. Kalung bandul Narti terjatuh, susah payah Narti melindungi kalung itu agar tidak diinjak-injak oleh Pak De Mul. Maka aku bangkit dan mendorong Pak De Mul kencang-kencang. Benar kata orang, emosi mampu menjadi manusia lebih kuat. Sekarang aku emosi, tak terima sahabatku dipukuli oleh Pak Denya sendiri!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Pak De! Narti itu keponakan kandung Pak De! Dia tak sengaja pula menghilangkan sapi itu, hah! Jangan kejam kau, Pak De!” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Aaaa…. Aku ngga peduli! Uang dan saudara tak ada hubungannya! Kalau bulan depan tak kau kembalikan uang sapiku, kuambil rumahmu!” teriak Pak De Mul seraya berbalik badan dan pergi meninggalkan Narti yang menangis sesegukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berkali-kali Narti menghapus air matanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Aku tak bohong, Rika! Demi Allah… orang tuaku tak pernah mengajarkan aku berbohong!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya… aku mengerti!” aku memeluk Narti lirih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mencuri sepotong roti saja kau tak sanggup apalagi seekor sapi? Batinku perih. Pahamlah aku kini mengapa Narti tak ingin berbalas budi pada Pak De Mul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;*** &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Narti berhenti sekolah, ia memilih bekerja banting tulang untuk menggantikan sapi Pak De Mul yang hilang. Tapi sekuat apapun ia bekerja, pagi, siang, sore, malam. Uang tujuh juta tak mampu terkumpul dalam waktu satu bulan. Maka tanpa ada belas kasihan Pak De Mul merampas rumah Narti. Merebut akte rumah itu dan mengungkit-ungkit masa lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dulu! Aku yang membelikan rumah ini untuk Ibumu! Jadi jangan kau minta lagi! Beruntung aku tidak menagih lagi uang sapiku!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Luntang-lantunglah kini gadis itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Narti, kau, kan sudah besar. Menikah sajalah kau… nanti kukenali dengan anak juragan. Cantik pula kau, tak perlu segan!” timpal Uwaknya Narti, istri dari Pak De.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Umur saya baru tujuh belas tahu Uwak, saya masih mau mencari ilmu…. Barat dan Timur saja saya belum paham….” Jawab Narti lalu pergi sambil menenteng tasnya yang penuh dengan baju. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Uwaknya sendiri tak mau membantu Narti. Suami istri sama saja, menganggap Narti sudah besar. Sudah bisa mandiri! Sudah bisa cari uang sendiri! Ah… Ya Allah… ampuni dosa mereka. Kukira saudara yang kejam hanya ada di sinetron, tapi ternyata banyak yang tak tahu bahwa sinetron dibuat karena terinspirasi oleh kejamnya kehidupan nyata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tak pahamkah mereka tentang kasih sayang sesama manusia? Narti baru 17 tahun! Baru 17 tahun! Sebatang kara dan sendiri. Ia hanya dibekali uang seratus ribu saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Narti, kau gunakan saja uang itu untuk membeli bilik. Untuk tempat kau bernaung.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tak usahlah… uang ini akan kugunakan untuk sesuatu….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Narti, kalau saja bisnis Ayahku sudah membaik, aku pasti mengajak kau tinggal di rumahku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tak apalah, Ka… hidupku sekarang menjelma malam. Gelap, gulita dan mendung….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tapi masih ada bulan dan bintang, Narti.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mana pula ada bulan dan bintang di malam yang mendung?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan tangisnya pun pecah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Narti tinggal di gubuk reyot dekat sawah, bila mandi ia pergi berkilo-kilo meter ke sungai, mencari tempat yang agak tersembunyi untuk membersihkan badan. Ia memilih untuk berpuasa dan buka puasa dengan makan umbi-umbian goreng serta air minum gratis dari pemilik warung gorengan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Panennya gagal. Padi di sawah milik orangnya habis dilalap hama tikus. Runduklah sudah hidupnya. Ia mencoba tegar seperti perempuan-perempuan perkasa yang sering diliput oleh televisi atau diceritakan dengan mahir oleh penulis novel. Tapi Narti bukanlah tokoh fiksi, ia bisa menangis meleburkan dukanya pada malam hari dan kembali menyekanya ketika menanti matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tapi ia tak juga bergerak dari duduk di tepi sungai irigasi. Menghadap ke barat, menantikan bulan hilang dan berganti matahari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kenapa kau tak mau mendengarkanku, sih? Matahari itu terbit dari Timur! Dan kau sedang menghadap ke Barat sekarang! Cobalah tengok ke belakang!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Narti menoleh ke belakang. Semburat jingga menghambur dari balik pepohonan yang tinggi-tinggi dan rimbun yang menutupi kampung kami. Matahari pagi tertutup oleh pepohonan itu, maka Narti tak dapat melihat kemilaunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Aku tahu matahari dari arah Timur. Dan dulu di sinilah Ayah pernah mengajak aku melihat matahari terbit.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kau hanya terjebak pada kenangan masa lalumu, Narti! Aku ingat betul! Dulu Ayahmu mengajakmu kesini untuk melihat matahari terbenam! Jangan lagi kau bolak-balik fakta dengan bilang Ayahmu mengajak kau melihat matahari terbit! Aku ada bersamamu saat itu!” aku terengah. Gemas melihat semangat Narti luluh lantak perlahan-lahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dulu… dulu Ayah pernah bilang! Kalau Matahari terbit dari Barat maka usailah hidup kita!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Astagfirullah Al-Azim! Narti! Inget Tuhan! Inget Tuhan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ah… miris hati ini. Jadi selama ini Narti memang berharap matahari akan muncul dari Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mari kita ke arah Timur kampung, kita lihat matahari Narti….” Ajakku tak kuasa menahan pilu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Narti hanya menggeleng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sudah hampir dua minggu aku tak melihat Narti, aku terlalu sibuk mengikuti bimbingan belajar di sekolah. Sebentar lagi aku akan menghadapi Ujian Nasional. Berdebar rasanya bila menerka-nerka apakah aku bisa Lulus UN? Apakah bisa melanjutkan kuliah? Ah, kusimpan dulu pikiran itu. Baiknya aku menengok Narti. Lama tak kulihat ia pergi ke sungai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Benar saja dugaanku, Narti sudah tak ada di sawah, bahkan gubuk kecil yang ada di sawahnya sudah musnah. Lahannya pun kini berganti pohon jagung yang masih kecil-kecil dan seorang lelaki tua, sesepuh kampung kami tengah menyiangi rumput-rumput di pinggiran tanaman jagung itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Narti kemana, Pak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sawah ini sudah dijual kepada saya…. Tak tahulah aku Narti ada dimana.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cemas di tubuhku pun mulai menjalar-jalar. Narti? Kamu dimana? Kemana? Ya Tuhan… lalai sekali aku menjaga sahabat kecilku satu-satunya. Aku terduduk lemas di dekat sungai irigasi. Matahari terbenam dari ujung perbukitan. Ah… iya, kutunggu saja besok shubuh di sini. Bukankah setiap pagi Narti selalu menunggu matahari terbit dari Barat? Ia pasti ke sini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun lama kutunggu-tunggu, Narti tak juga muncul. Padahal bulan sudah mulai dilalap awan. Kemana Narti? Ah… aku tak boleh menyerah. Maka esok harinya, selepas shubuh bergegas aku mengendarai motor. Agar lebih cepat sampai namun naas, aku menabrak gerobak milik seorang petani. Memang motornya tak begitu rusak tapi kakinya nyeri dan sakit. Tak apalah, kuangkat motor itu dan kudorong menuju sungai irigasi. Nyeri di kaki ini tak seberapa dibandingkan luka hati Narti. Tapi yang kutemui hanyalah kosong. Tak ada Narti di sana. Tak sosok perempuan yang menunggu matahari dari arah Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berhari-hari aku mencari sampai sepi mengigit sumsum. Aku rindu akan sosok Narti. Aku rindu bercanda dengannya meski matanya penuh hujan. Aku rindu memberinya nasehat, atau mungkin Narti jengah dengan segala nasehatku? Ujian Nasional yang semakin dekat pun tak kuhiraukan. Hidup tanpa gairah bila menjalani hari tanpa teman bukan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bulan sudah tenggelam, semburat jingga berpendar. Tak ada matahari terbit di hadapanku. Ya, matahari sudah tak bersahabat lagi, ia membiarkan Narti pergi entah kemana. Kulalui pagi itu dengan tercenung menatapi aliran sungai irigasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Rika….” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suara itu! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku bergegas menoleh dan mendapati Narti di depanku. Ya, seharusnya memang begitu bila menjadi kenyataan tapi itu hanya imajinasiku saja. Bukan Narti yang berdiri di depanku tapi adikku. Aku mengernyitkan dahi, ia memegang bunga Matahari yang masih merunduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sedang apa kakak di sini? Tak sekolahkah?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sedang malas… kau sendiri kenapa sekolah bawa-bawa bunga Matahari?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ada tugas dari sekolah untuk membawa bunga… untung saja ada yang menjual bunga Matahari ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Siapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tak tahulah aku… temanku yang membelikan. Katanya penjualnya ada di sebelah timur kampung. Ia hanya ada di situ bila matahari terbit. Selepasnya ia pergi….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rasa penasaranku menggelitik. Kutatap bunga matahari di tangan adikku, bunganya kini mulai merekah menghadap ke matahari. Ah… di sini rupanya kau matahari. Matahari masih bersahabat dengan pagi. Aku tak boleh menyerah…. Besok shubuh, aku akan pergi ke Timur Kampung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Langit masih gelap, bintang-bintang masih bertaburan. Penat sudah aku mencari-cari dimana kiranya ada ladang bunga matahari? Setahuku di kampung ini belum ada orang yang berladang bunga matahari. Nampaknya bunga itu bukan komoditas yang dapat dijual cepat dan sepertinya tak terlalu menguntungkan. Tapi aku penasaran, siapa orang yang hanya datang merawat bunganya di shubuh hari dan pergi saat matahari terbit?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah melewati beberapa petak sawah, aku mampu melihat sebuah ladang berukuran kecil, sekitar seratus meter dengan gubuk kecil yang berada tepat di samping ladang itu. Hatiku berdegup. Aku menoleh ke belakang, ke arah barat, Nampak bulan mulai tertutup awan. Ya! Bila bulan sudah tertutup awan maka matahari akan segera terbit, bukan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Akhirnya aku melihat sosok itu, sosok yang sudah lama kurindukan. Narti berdiri menghadap ke timur, di depan ladang bunga mataharinya yang sepetak. Aku membiarkannya menikmati pagi. Semburat Jingga membelah awan, Langit biru cerah membentang dan perlahan-lahan matahari mengeluarkan kuncupnya dari ujung perbukitan. Lantas menggeliat menampakkan wajahnya lalu seluruh tubuhnya yang cemerlang. Cahaya disambut kicauan burung-burung pagi dan gemerisik dedaunan yang bernyanyi diterpa angin pagi yang lembut. Matahari yang indah… matahari yang megah! Mengepakkan sayap sinarnya ke segala penjuru dunia dan menerbitkan harapan seorang gadis yang hampir dicucuk oleh putus asa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;“Narti!” aku memanggilnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Narti langsung berbalik badan. Ia membentangkan tangannya, memunggungi sang matahari. Sinar matahari seolah menembus dari tubuhnya, menciptakan sinar-sinar yang membias pencar ke sana kemari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;“Rika! Lihat! Aku menemukan matahari!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Air mataku meleleh. Sosoknya begitu ceria kini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;“Uang seratus ribu yang kumiliki. Aku gunakan untuk membeli matahari! Matahari yang bisa menghasilkan minyak yang sangat bagus mutunya. Minyak tersebut bisa digunakan dalam masakan, saus salad, dan margarin. Matahari yang dapat menghasilkan biji! Biji bunga matahari memiliki nilai gizi yang tinggi!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;“Bukankah kau berharap matahari terbit dari barat, Narti?” tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;“Tak! Tak lagi! Karena aku melihat bunga matahari ini selalu menghadap timur! &amp;nbsp;Bunga matahari….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Narti menangis, membuka bungkusan kecil peninggalan almarhum Ayah dan Ibunya. Bungkusan kecil yang selalu dijadikan bandul kalung yang selalu ia pakai. Bungkusan kecil yang berisi bunga matahari. Biji bunga matahari yang tersimpan erat selama lima tahun dan kini ditanam oleh Narti. Ternyata bandul kalung Narti terjatuh saat gadis itu mencoba untuk bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari atas bedeng tapi ia beruntung, jatuh di bawah tumpukan rumput dan jerami. Narti menangis karena tak mati-mati, sementara kalungnya jatuh dan bantulnya pecah. Dari balik bandul itulah muncul bungkusan kecil yang terlipat rapih dan berisi biji bunga matahari. Narti menangis. Aku menangis demi mendengar ceritanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;“Lihat… selama belum kiamat, kan, Narti! Matahari selalu datang dari arah Timur!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;“Aku akan mengubur malam mendungku dan menjelma matahari….” Tutur Narti sebelum tubuhnya merengkuh diriku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Fresh From Oven* baru euy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Belum pernah dimuat di media apapun termasuk fesbuk &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-symbol-font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bantul, 27 Agustus 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1260386992287922382-6042349694363362439?l=achi-tm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://achi-tm.blogspot.com/feeds/6042349694363362439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/cerpen-menjelma-matahari-dimuat-di.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/6042349694363362439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1260386992287922382/posts/default/6042349694363362439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://achi-tm.blogspot.com/2011/12/cerpen-menjelma-matahari-dimuat-di.html' title='[Cerpen] Menjelma Matahari - dimuat di Story Magazine bulan Juli/2011'/><author><name>Belajar Nulis with Achi TM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01068508786804172291</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-7NLKopVmG0U/Tv3Yv03NUkI/AAAAAAAAAD8/pixHCNxOLWk/s220/406749_2284538759553_1431417660_31787411_1750795442_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
