DIBUKA KELAS MENULIS RUMAH PENA DI DEPOK

Thursday, March 14, 2013

Alhamdulillah sudah 2 orang mendaftar untuk ikut kursus menulis novel di Depok. Yuuk... siapa lagi yang menyusul? Peserta dibatasi hanya 15 orang lho ;)

***

Telah Dibuka! Kelas menulis novel tatap muka.
Bersama Aida Maslamah : Penulis novel Sunset In Weh Island (bentangbelia)

Pengen belajar menulis novel langsung dengan penulis yang produktif? Di Rumah Pena tempatnya. Kali ini Rumah Pena hadir di UKMC Universitas Indonesia Depok.

Kelas dimulai tanggal 4 April 2013
Ada dosen tamu juga yang didatangkan langsung dari penerbit mayor.

Investasi terjangkau : Rp. 500 ribu per bulan dan lama belajar 2 bulan: seminggu sekali.
Peserta hanya dibatasi 15 orang saja.

Segera daftarkan diri kamu. Dapatkan ilmu seputar mencari ide, membangun plot dan alur, karakterisasi tokoh, menulis bab per bab novel sampai bagaimana menemukan surprise ending.

PlUS : tips n trick nembus penerbit mayor! Jadi penulis novel itu asyik ;)

Info lebih lanjut bisa hub : 085643376193

Apakah Penulis WAJIB Punya Laptop?

Monday, February 4, 2013

Saya baru saja selesai memberikan sharing tentang perjalanan menulis saya di sebuah grup.
Rencananya saya mau copas sharing itu ke dalam blog ini, tapi sebelum saya mulai merapihkan isi sharing itu saya teringat pada sebuah pengalaman.



Impian terbesar seorang penulis adalah ingin sekali bisa menulis di mana saja, kapan saja. Tentu saja untuk mewujudkan keinginan itu setiap penulis harus punya gadget, minimal laptop yang bisa dibawa ke mana saja. Tahun 2005, ketika saya menekuni dunia menulis, laptop itu masih merupakan barang yang sangat mahal. (khususnya untuk saya yang berasal dari keluarga pas-pasan). Maka untuk mengganti peran laptop, saya pun membawa buku agenda berukuran besar kemana-mana. Tentu saja setiap ada inspirasi yang nyangkut di otak, saya langsung mencari tempat duduk dan menuliskan ide-ide di mana saja dan kapan saja. Dengan modal buku agenda dan pulpen.

Saya yakin, selain saya, banyak sekali penulis-penulis lain yang juga bawa notes ke mana-mana. Sekarang setelah ada BB dan harga laptop yang murah meriah, kemana-mana penulis selalu bawa laptop dan BB :D atau minimal HP yang punya fitur word/note.

Tahun 2005, keinginan untuk punya laptop sangat menggebu-gebu. Terlebih komputer di rumah saya hanya ada satu, sudah tua pula! Dan menjadi rebutan Ayah saya yang seorang guru serta adik saya yang sejak SMA sudah jadi pembuat website untuk sekolah-sekolah negeri. Jadilah saya selalu dapat urutan menggunakan komputer paling akhir. Bahkan tidak dapat jatah sama sekali. Ujung-ujungnya saya harus ke rental komputer, ngetik berjam-jam, ngeluarin uang berpuluh ribu, belum kalau harus ngeprint atau ke warnet untuk kirim naskah. Akses internet di rumah pun saat itu belum familiar. Keperluan internet masih mengandalkan warnet.

Kondisi menyebalkan seperti itu membuat saya sering mengeluh, andaikan saya punya laptop! Dan laptop menjadi prioritas utama saya, saya mulai menabung dari uang jajan kuliah untuk bisa beli laptop. Tapi Oooh... laptop mahal sekali saat itu T_T minimal harganya 6 juta. Belum familiar notebook murah meriah seperti sekarang. Bertahun-tahun Laptop menjadi obsesi saya, membuat saya semangat untuk terus menulis. MEMBARA!

Sampai akhirnya tahun 2007, saya mendapat kesempatan menulis skenario serial Si ENTONG. Menulis serial pertama kali -meski masih jadi co writer dan honornya kecil sekali- saya akhirnya bisa punya akses menulis yang menghasilkan uang cepat dan sering. Namanya serial stripping jadi sehari saya menulis satu episode. Saat itulah saya nekat sama boss saya untuk minta dibelikan laptop. Alias nyicil laptop! Senangnya permintaan saya dikabulkan.

Saya punya laptop tahun 2007, Acer (lupa lengkapnya Acer berapa) ukurannya besar, kerenlah pokoknya. Harganya 6,5 juta. Setiap satu episode honor nulis saya dipotong Rp. 300 ribu sampai akhirnya bisa lunas. Waaaw benar-benar sesuatu deh, butuh berbulan-bulan untuk bisa melunasi laptop pertama saya.

Karena merasakan bagaimana susahnya punya laptop, saya pun sangat menghargai fungsi laptop yang saya beli yaitu : UNTUK BEKERJA (MENULIS DAN MENULIS) saya ingin dengan menggunakan laptop saya bisa lebih produktif menulis. Itu janji saya pada diri sendiri, alhamdulillah terkabulkan. Saya semakin banyak menulis.

Perihal laptop ini tak berhenti di sini, setelah dua tahun punya laptop saya bertemu dengan beberapa teman (yang baru mulai karir sebagai penulis) belum menembus media mana pun mereka sudah mengeluh "Ini karena saya ngga punya laptop makanya saya ngga bisa nembus media. Kamu enak, chi, punya laptop jadi bisa produktif" maka tak bosan-bosan saya ceritakan perihal kondisi saya sebelum punya laptop.

Dan pernyataan itu bukan hanya dari satu dua orang. Sampai-sampai saya bosan menjelaskan dan akhirnya hanya bisa bilang ya sudah beli saja laptop kalau memang mampu. Tapi apa yang terjadi? Setelah sang teman mempunyai laptop dia malah lebih sibuk fesbukan daripada menulis, dia malah lebih sering main game daripada menulis, lebih sering nonton film di laptopnya daripada menulis. Lalu di mana semangat dan janji menggebu-gebu dirinya dulu yang mengatakan : kalau saya punya laptop saya pasti lebih produktif menulis.

Nah, sekarang buat kamu yang suka nulis, apakah kamu punya laptop?
Apakah laptop kamu sudah dipergunakan dengan maksimal? Apa tujuan kamu punya laptop?
Sudah berapa cerpen dan novel kamu hasilkan dari laptop kamu?

Mari kita merenung sama-sama... benarkah semua fasilitas yang sudah kita miliki : laptop, internet, kemudahan informasi, penerbit yang semakin banyak dan lain sebagainya, sudah menjadikan kita lebih produktif dalam menulis?

Salam
Achi TM

COMING SOON !! Pelatihan Menulis Cerpen eksklusif di RUMAH PENA

Thursday, December 27, 2012







COMING SOON !!

Pelatihan Menulis Cerpen eksklusif di RUMAH PENA
Bersama Reni Teratai Air aka Reni Erina/Erin. Managing Editor majalah STORY, penulis kumcer Peri Pecicilan dan Novel Maurin.
Dan Achi TM, cerpenis serta penulis novel Cloud(y).

Paket belajar 3 bulan.
Sebulan 4 x pertemuan @2jam hari Sabtu/Minggu
Dari Maret 2013 sd Mei 2013

Peserta dibatasi hanya 12 orang saja.
Peserta dibimbing dan dimentor langsung. Hasilnya akan disalurkan pemuatannya oleh Reni Erina (bunda Story)
Dan
seluruh cerpen lulusan kelas ini akan diterbitkan dalam antologi cerpen RUMAH PENA.

MATERI UMUM :
- Dasar-dasar menulis cerpen
- Pendalaman cerpen
- Membuat karakter, plot dan surprise ending
- Dasar-dasar menulis novel
- Kiat menembus media dan penerbit

Belajar secara tatap muka di RUMAH PENA
Jln. Lamda 3 No 427 - Cimone Permai, Tangerang.

Investasi : Rp. 400.000,- / Bulan
Fasilitas : 1 Buah kumcer, snack dan makan siang*, doorprize, sertifikat

Pendaftaran dibuka dari tanggal 29 Desember 2012 sd 20 Februari 2013.
Pembayaran paling lambat tanggal 28 Februari.

Info lengkap silakan hubungi HP Rumah Pena di : 085643376193

ABIY dan CELANA GANTENG

Saturday, November 17, 2012


ABIY dan CELANA GANTENG



                  Note : foto bukan di rumah sendiri dan ini bukan celana ganteng, tapi Abiy ganteng bo!

Abiy udah bisa mandi sendiri, selesai handukan dia selalu pilih baju dan celana yang bagus-bagus. Kalau mamanya kasih baju main yang jelek dia ogah make. *uugh anak gueee*

Setelah pake baju dia sisiran sambil ngaca.

Abiy : Ma Abiy udah ganteng belum?
Mama : Udah sayang.
Abiy : Celana sama baju Abiy ganteng, kan, Ma?
Mama : iya sayang... ganteng.

Setelah itu mamanya sibuk ngetik, Abiy duduk di k
asur lamaaa banget, pas mamanya nengok, tadaaa ternyata dia ngorok. Kalau tidur harus ganteng ya, Biy? Xixixii....

3 Jam kemudian....

Mama ngantuk, mau bobo. Tapi... sniff... sniff... bau apa, nih?
Narik guling, sniff... sniff....ngelirik celana Abiy. Basaaah!

Mama : Papa! Abiy ngompooolll!!!
Papa : *gludak-gluduk masuk ke kamar* masya Allah siang-siang udah ngompol aja. Ya udah nunggu dia bangun dulu baru gendong.
1 jam kemudian.
Abiy bangun dan kaget melihat celananya basah.

ABIY : *melas* mamaaa... Abiy ngompol.
Mama : Iya ngga apa-apa.

Dan papa langsung menggendong Abiy.

Papa : Ayo cebok ganti celananya.
Abiy : *mulai nangis... jangan Pa! Jangan diganti baju ama celananya jangan, Pa!
Mama : Kenapa emangnya?
Abiy : *jejeritan* Jangaan diganti celananya! Nanti Abiy ngga ganteng lagi...

Dengan sadis Papa melorotin celana Abiy di kamar mandi wkwkwkw.... Abiy nangis jejeritan.

Abiy : Papaaa Abiy ngga ganteeeng lagii.... huhuhu....
Mama nyodorin celana baru.
Abiy : Itu bukan celana ganteng.
Mama ubek-ubek lemari Abiy.
Abiy : Ngga mau yang itu... maunya celana ganteng yang panjang....

Ngeek... baru ngeh kalo celana dia udah pada ngatung.
Mama : Ya udah! Besok beli celana ganteng tiga!
Abiy langsung diem.
Bisa bokek gue kalau tiap hari Abiy ngompol.... dan ...

Satu jam kemudian...
Abiy tetap telanjang, ngga mau pake celana kecuali celana gantengnya yang sekarang lagi dijemur. Bujuug daah anak gueee

Hijrahlah....

Friday, November 16, 2012

Sebuah catatan kecil yang saya tulis di pagi yang agak sendu : 
Teruntukmu... kamu, kawanku, atau bukan kawanku atau kamu yang hanya membaca ini sambil lalu.



***
Kalau kamu mau menangis, menangislah. Kalau tak ada bahu yang cukup lebar dan ikhlas menerima air matamu, menangislah kepada Allah. Bacakan surat-surat cinta dari Allah untukmu. Niscaya hatimu akan tenang.

Kalau kamu mau menyerah, menyerahlah pada hidup. Kalau tak ada lagi tangan yang cukup kekar untuk menopang dan menyayangimu, menyerahlah pada keputusan Allah. Karena Dia yang paling tahu apa yang te
rbaik untuk-Mu.

Kalau kamu tak mampu bertahan, bersiaplah. Kalau tak ada lagi kelembutan, kehangatan dan kesabaran yang mau menerimamu. Bertahanlah karena Allah... kalau pun kau tak bisa bertahan, memohonlah kepada Allah... memohon agar diberikan kekuatan. Apabila kau tetap tak kuat ... pergilah.

TINGGALKAN TEMPAT YANG MEMBUATMU DUKA DAN LARA
HIJRAHLAH....





Usah kamu mengeluh begini dan begitu, usah terlampau banyak mengeluh.


HIJRAHLAH...


Pergilah mencari tempat yang lebih baik, hati yang lebih baik, teman yang lebih baik.


Jangan terperangkap pada hidup yang membuatmu sedih, terkungkung dan tak berdaya.





HIJRAHLAH!





Selamat Tahun Baru Hijriah


Abiy Kenyang, Ma!

Suatu siang yang menjelang sore. Mama dan Abiy asyik berduaan di kamar. Mama makan nasi padang. Abiy guling-gulingan di samping Mama.

Me : Abiy makan yuukk....
Abiy : Ngga mau, ah, Ma. Abiy masih kenyang*padahal terakhir makan itu jam 10 pagi!
Me : Ya udah kalau ngga mau... *buletin nasi di kepalan, nyodorin ke mulutnya.
Abiy : Iih... Abiy bilang ngga mau, Ma! *mangkel tapi buka mulut.

BLEP! Nasi masuk ke mulutnya.
Abiy : Mama Abiy ngga laper taukk... *sambil mungutin nasi yang berjatuhan di lantai terus dia masukin ke mulut.

Me : Yayayaya... Abiy ngga laper *ngikik

Blep!
Blep!
Blep!
Naah... habis, kaan??

Kata temen gue : Lidah emang ngga bisa bohong *kayak iklan banget.

Andai Aku Menjadi Ketua KPK


Andai Aku Menjadi Ketua KPK

            Korupsi yang sudah mengakar di semua lapisan masyarakat, harus mendapatkan perhatian serius. Perlu dilakukan hal-hal baru dalam pemberantasan korupsi ini oleh KPK. Yang paling tepat adalah memberikan efek jera dan kapok kepada para koruptor agar mereka tidak mau korupsi lagi. Juga bagi orang-orang yang berniat korupsi untuk mengurungkan niat mereka.
            Di antaranya hal-hal yang bisa dilakukan adalah:

1. Menjadikan KPK sebagai lembaga tinggi negara yang mempunyai kewenangan khusus dan tidak bisa diintervensi oleh lembaga lainnya termasuk kepolisian.

2. Pusat informasi KPK yang menampung aduan masyarakat dan juga memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemberantasan korupsi dan kegiatan yang dilakukan oleh KPK.

2. Menjadikan KPK sebagai badan intelijen rahasia dengan anggota dari semua lapisan masyarakat. Agen khusus KPK bertugas seperti penembak misterius (petrus). Berbeda dengan petrus, KPK di sini hanya menangkap dan mengikat para koruptor di tempat-tempat umum dan biarkan polisi yang membawanya ke penjara.

3. Membuat efek jera dengan arak-arakan keliling bagi para koruptor. Dibuatkan tempat khusus seperti akuarium agar masyarakat bisa melihat koruptor tersebut dan juga apa yang sudah dikorupsi.

4. Penanaman malu korupsi mulai dari anak-anak sebagai tindakan pencegahan munculnya korupsi di masa datang.

http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/1018/Asri%20Rakhmawati.html
 
BLOGGER TEMPLATE BY Langit Amaravati