Showing posts with label Bikin Sinopsis FTV yuk. Show all posts
Showing posts with label Bikin Sinopsis FTV yuk. Show all posts

CONTOH SINOPSIS SKENARIO FTV YANG DIBINTANGI RIDWAN GHANY

Sunday, May 22, 2016

Hai sobat semuanya, saya akan posting contoh sinopsis FTV yang dibintangi oleh Ridwan Ghany, berjudul Cinta Tanpa Koma. Sudah pernah ditayangkan di SCTV, di postingan lain akan saya kasih link youtubenya.

BTW, buat kamu yang mau kirim sinopsis FTV ke PH, bisa lho mempelajari sinopsis yang saya posting ini. Kalau kamu mau ikutan kelas gratis BIKIN SKENARIO FTV bersama ACHI TM, saya akan kasih tahu cara gampangnya... di akhir sinopsis akan saya bisikin. CEKIDOT dulu sinopsisnya.

***

Judul : CINTA TANPA KOMA
Penulis : ACHI TM



 Naren (21th) tidak suka melihat ayahnya menikah lagi. Ia mengira ibu tirinya jahat pada dia. Ibu tiri Naren sebenarnya hanya tegas, menegur Naren yang malas-malasan. Menyuruh Naren membereskan kamar, mencuci piring dan tidak boleh pulang larut sebenarnya supaya Naren lebih mandiri. Ibu tirinya selalu menasehati Naren, sebagai perempuan harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Naren beberapa kali adu mulut karena adik tirinya Gea (19th) tidak pernah disuruh melakukan apa-apa.
Di sisi lain, Naren jatuh cinta pada Bima (21th), Naren selalu berusaha mendekati Bima tapi Bima cuek banget sama Naren. Saat bapaknya keluar kota, Naren kesal saat disuruh mencuci bajunya sendiri. Ia kabur dan pergi ke makam ibunya. Saat pulang dari makam, kepala Naren pusing karena belum makan, ia pun tertabrak mobil. Naren terpelanting jauh hingga berguling-guling di bebatuan. Wajahnya hancur dan penuh darah, orang-orang mengangkatnya. Mobil yang menabrak Naren banting setir kemudian menabrak pohon. Pengemudinya tidak dinampakkan, namun orang-orang bilang pengemudinya tak sadarkan diri. Naren dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan, dari data diri Naren, petugas rumah sakit berhasil menghubungi rumah Naren. Ibu tirinya dan Gea segera ke rumah sakit saat mendengar Naren kecelakaan.
     Dokter pun bilang Naren mengalami koma. Roh Naren keluar dari raganya, Naren heran melihat jasadnya sendiri. Ia belum mati. Tapi saat mau kembali ke dalam tubuhnya Naren selalu terpental. Naren bingung, berkali-kali ia berusaha masuk, berkali-kali ia terpental. Naren lalu keliaran di rumah sakit, berusaha bicara dengan orang-orang tapi tak berhasil. Sebuah suara entah darimana berkata kalau Naren bisa masuk ke tubuhnya kembali jika hatinya sudah tidak penuh perasaan marah. 
Naren kaget melihat Gea dan ibu tirinya menangis. Ternyata mereka mengkhawatirkan Naren, tapi saat melihat bapaknya datang, Naren berpikir ibu tirinya hanya sandiwara. Naren berusaha bicara pada bapaknya dengan berbagai cara dan tingkah lucu, seperti memelorotkan celana sang bapak atau menarik-narik dasi bapaknya. Tapi semua itu percuma. Naren bosan, ia hanya duduk-duduk saja di sebelah bapaknya sampai pagi datang.
     Naren lalu pergi ke rumahnya, karena tidak bisa naik angkot karena tidak ada angkot yang berhenti bahkan angkot melewati badan Naren begitu saja. Naren pun jalan kaki. Tapi dia tidak merasa capek, Naren pun mulai iseng dengan mengerjai pedagang asongan yang kaget dagangannya berterbangan. Naren juga merebut lollipop seorang anak kecil hingga melayang-layang. Melihat anak kecil itu menangis Naren malah tertawa. Tiba-tiba Andra (21th) merebut lollipop dari tangan Naren dan mengembalikannya pada anak kecil. Andra memarahi Naren karena mengerjai anak kecil. Setelah Andra pergi, Naren masih terbengong-bengong. Kok dia bisa lihat gue? Pekik Naren. Ia lalu mengejar Andra dan mencegatnya.
     Andra memakai ransel dan membawa buku, hendak pergi ke kampus. Ia agak kesal ditahan-tahan oleh Naren. Andra menjawab pertanyaan Naren dengan sebal : Ya iyalah gue bisa ngelihat elo, kan gue punya mata. Akhirnya Naren berusaha menjelaskan kalau dia sudah setengah hantu. Dia koma! Tapi Andra malah menertawakan Naren. Naren kesal lalu menendang pantat Andra, Andra mengejar Naren. Naren berlari sambil tertawa puas.
     Andra menyimak pelajaran di kampus dengan malas-malasan. Ia malah menulis surat cinta untuk seorang perempuan bernama Arum. Saat dosen keluar kelar, Andra segera keluar kelas untuk mencari Arum. Andra menunggu Arum keluar sambil memejamkan mata untuk mengumpulkan keberanian. Saat ia membuka mata ternyata di depan matanya ada Naren. Andra menjerit kaget, Naren tertawa. Andra berlari ke taman kampus, Naren mengejar. Andra kesal lalu adu mulut dengan Naren. Naren hanya ingin minta tolong pada Andra untuk mencari tahu bagaimana caranya dia kembali ke dalam tubuhnya.
     Andra juga tidak tahu menahu. Naren hanya mengira-ngira, mungkin aku cuma penasaran dengan orang yang menabrak aku. Mungkin kalau aku tahu siapa orangnya dan melepaskan kemarahanku sama dia, aku bisa masuk ke badanku. Andra mengiyakan dan mau membantu. Andra membuka tabletnya dan mencari  berita tentang kecelakaan di depan pemakaman. Andra bilang, identitas pengemudinya belum diketahui tapi si pengemudinya masuk rumah sakit yang sama dengan Naren. Naren mau pergi ke rumah sakit tapi hujan deras turun, anehnya saat hujan, tubuh Naren susah bergerak. Andra pun takut kebasahan. Akhirnya Naren berteduh di balai taman bersama Andra.
     Mereka ngobrol satu sama lain. Naren berterima kasih karena Andra mau membantunya, ia pun menawarkan bantuan balik. Andra yang pemalu ingin supaya Naren menyelipkan surat cintanya ke tas Arum. Naren pasti tak terlihat. Naren setuju. Naren lalu mendekati Arum, ternyata Bima juga sedang PDKT sama Arum. Naren patah hati lalu membuang surat Andra. Andra yang mengetahui suratnya dibuang malah marah sama Naren. Naren minta maaf dan mencari surat itu asalkan Andra mau ke rumah sakit untuk mencari informasi si penabrak.
     Maka Naren mencari surat dan Andra ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Andra heran melihat mama dan papanya ada di sana. Andra berusaha mengejar mereka dan naik lift tapi liftnya macet dan Andra malah susah keluar. Surat Andra ternyata dipungut Arum dan dirobek-robek gadis itu. Naren kasihan sama Andra dan tidak mau mengatakan sesungguhnya. Begitu berhasil keluar dari lift, Andra segera mengejar mama papanya keluar rumah sakit tapi tidak ada. Andra heran, seharusnya kan mama papa ada di luar negeri. Andra pun memilih pulang ke rumah. Saat Andra ke rumah, rumahnya malah dikunci.
     Andra luntang-lantung di pos satpam kampus, Naren menghampirinya dan membohongi Andra kalau suratnya kecebur parit. Andra dan Naren bosan kemudian memutuskan buat jalan-jalan malam dengan menumpang losbak. Andra ingat kalau malam minggu, suka ada kembang api dari sebuah mall. Mereka naik kea tap gedung dan nonton kembang api berdua. Naren ketiduran di sudut gedung, sedangkan Andra duduk mematung di sisi atap yang lain. Saat pagi Naren terbangun, ia melihat Andra sudah tidak ada. Naren lalu melihat ke bawah, ia berharap bisa jatuh dari atap gedung dan bisa kembali ke tubuhnya. Saat Naren jatuh ternyata Andra menarik tangan Naren. Andra memarahi Naren, walaupun Cuma roh tetap saja Andra ngeri. Andra ternyata beli makanan dan memberikannya pada Naren. Mereka sarapan berdua. Naren juga heran kok dia bisa makan, ya? 
     Andra ke rumah sakit lagi, tapi kali ini dia diabaikan oleh perawat. Naren mengirimkan surat Andra lagi yang dibuat ulang oleh Andra. Tapi dirobek lagi oleh Arum. Naren dan Andra sama-sama patah hati lalu berusaha menyembuhkan perasaan masing-masing dengan saling stand up komedi. Naren mengajak Andra ke rumahnya, kasihan kalau Andra tidur di atap gedung terus. Benar saja di rumah Naren hanya ada Gea dan pembantunya. Naren heran melihat Gea selalu batuk-batuk saat membersihkan debu. Ternyata dari ucapan pembantunya, Naren baru tahu kalau Gea badannya lemah, gampang capek dan punya asma. Pantas saja dia lebih banyak diam. Naren heran kenapa Gea dan pembantunya mengabaikan Andra juga, ya? Seolah-olah Andra itu ngga ada. Andra lalu tidur di ruang tamu. Naren kembali ke kamarnya dan hendak tidur tapi ngga bisa. Saat itu Gea masuk ke kamarnya membersihkan kamar Naren meski batuk-batuk. Gea ngomong sendiri, sebenarnya dia ingin kenal dekat sama Naren. Lalu Gea berdoa agar Naren cepat sadar dari komanya. Hati Naren tersentuh.
     Besoknya Naren heran karena Andra tidak mandi dan berganti pakaian. Semua buku yang dibawa oleh Andra juga sama. Andra mengajak Naren sama-sama ke rumah sakit, Naren mengiyakan. Ternyata saat di rumah sakit, Andra diabaikan juga. Naren mengajak Andra langsung naik saja ke lantai dua tempat Naren dirawat. Saat melintasi sebuah kamar, Andra heran melihat mamanya keluar dari kamar itu. Andra berusaha mengajak mamanya bicara tapi diabaikan. Saat papanya Andra membuka pintu lebar-lebar, tak sengaja Naren melihat sosok pasien yang terbaring di kamar itu. Wajahnya mirip Andra. Bukan itu adalah Andra! Karena mama papa Andra menyebut-nyebut nama Andra. Andra ikut kaget dan masuk ke dalam kamar. Naren ikut terkejut melihat nama pasien.
     Kemudian polisi datang untuk melihat kondisi Andra. Ternyata Andra adalah penabrak Naren. Naren sebal melihat Andra lalu pergi. Andra mengejar Naren tapi Naren sudah menghilang. Naren masuk ke kamar badannya dirawat. Di sana ia melihat ibu tirinya merawat badannya dengan baik. Badannya di lap, rambutnya disisir, hati Naren terenyuh. Ibu tirinya juga meminta maaf pada ayahnya Naren karena mungkin terlalu keras mendidik Naren. Ayahnya Naren bilang kalau dialah yang meminta ibu tirinya melakukan hal itu. Naren tak sengaja berdesis kalau ia memaafkan ibunya. Roh Naren tiba-tiba ketarik ke badannya, separuh badan Naren masuk tapi tak bisa seluruhnya. Sebuah suara misterius pun muncul lagi : kamu harus memaafkan, Naren. Termasuk memaafkan orang yang sudah menabrak kamu.
     Naren segera keluar dari tubuhnya lalu mencari Andra ternyata tak ada. Andra ternyata sudah siuman dari koma dan dipindahkan ke ruang rawat biasa. Naren mencari Andra yang sudah siuman tapi Andra tak bisa melihatnya. Meski begitu, Naren sudah memaafkan. Rohnya kembali ketarik ke badannya. Naren bisa sadar lagi tapi ia kaget melihat wajahnya buruk. Naren mulai kangen sama Andra, begitu juga Andra. Andra lalu pergi ke kampus Naren dan mencari Naren tapi tak ketemu. Narenlah yang menepuk pundak Andra. Ia penuh dengan luka di wajah. Andra senang, walaupun wajah Naren penuh luka dia tetap kangen sama Naren. ***

Gimana caranya ikutan grup belaar skenario FTV?
Cukup : Beli novel Achi TM berjudul Mr&Mrs Writer, posting struk pembelianya di IG Achi_TM


mention me. 
Pendaftarann ditutup tgl 1 September 2016. 

Tuan Narsis Over Dosis

Wednesday, April 10, 2013


TUAN NARSIS OVER DOSIS
~ Achi TM ~


Ini dia Sinopsis FTV lama yang saya posting lagi di sini. Semoga bisa membantu teman-teman yang mau belajar menulis skenario ya ^_^
Ini link FTV-nya, ditayangkan di RCTI.




*** 

     Feri (20th) adalah ketua geng cowok popular di kampus Vita (19th). Tentu saja dia popular bukan karena dia cerdas dan baik hati. Feri popular karena tingkahnya yang sok kayak preman. Galak, suka memalak mahasiswa, naik moge tanpa spion kemana-mana, selalu pakai baju berantakan dan sering kali mainin perasaan cewek. Alias, semua cewek yang nembak dia selalu dia tolak. Feri anti sama perempuan, apalagi sama perempuan yang suka pakai cermin. Feri punya tiga anak buah, Bima si cungkring, Timo si gendut dan Gadis si cewek mungil. Feri punya benda rahasia yang ia kalungkan dalam sebuah kotak kecil. Semua orang tidak ada yang tahu apa isi rahasia itu, yang bisa bikin Feri mati kutu dan klepek-klepek. Tapi, Cuma Vita yang tahu. Kok bisa?
            Vita ini adalah cewek cupu di kampus. Dia selalu saja jadi bulan-bulanan Feri n the genk. Biasanya yang Feri suruh buat menggeledah barang milik Vita adalah Gadis. Vita selalu menyimpan benda-benda mahal yang ia sembunyikan di dalam tasnya. Apalagi kalau sedang dikerjai, Vita hanya bisa diam saja. Tapi dalam hatinya, Vita benci banget sama Feri.
Sampai suatu hari, ia ditolong oleh Raka (20th) cowok baik hati, anggota senat dan pujaan banyak mahasiswi juga. Karena hal itulah, Vita jadi mulai jatuh cinta sama Raka. Karena itulah Vita terus membuntuti Raka yang apesnya ketahuan sama Feri saat Vita masuk ke dalam sebuah gang kecil. Feri pun meminta uang sama Vita tapi Vita menolak dan memberontak. Benda pusaka Feri yang selalu cowok itu kalungkan. Vita heran karena isinya hanya sebuah cermin. Feri mengejar Vita dan tanpa sengaja Vita menyodorkan cermin itu. Saat melihat cermin itu, reaksi Feri langsung berubah. Dia langsung narsis over dosis alias menyukai dirinya sendiri di cermin itu. Bisa berjam-jam dia di depan cermin hanya untuk menata rambut, mengelus wajah dan memilin jenggot tipisnya. Meski sudah Vita tinggal tapi Feri tetap pada posisinya yang sama. Karena kasihan, Vita menarik cermin itu dan menutupnya. Saat ditutup, Feri langsung sadar dan ngga narsis lagi. Dia malu sama penyakit anehnya itu dan memohon sama Vita supaya ngga menyebarkan aib itu.
Pantas saja Feri tidak pernah mau melihat cermin bahkan motornya pun ngga pake kaca spion. Feri pun cerita perihal sakit narsisnya itu, karena sejak kecil ia selalu ditinggal kedua orang tuanya dan ngga punya teman. Di kamarnya ada sebuah cermin besar, saat melihat cermin itu, Feri jadi senang ngobrol sendiri sama bayangannya di cermin sampai-sampai dia menganggap dirinya adalah yang paling sempurna. Vita pun jahil dan memegang cermin keramat Feri. Cermin kecil itu ternyata adalah peninggalan almarhumah ibunya yang meninggal 2 tahun yang lalu. Semua cermin di rumahnya sudah dihancurkan sama bapaknya Feri. Hanya tersisa cermin itu saja.
Vita pun berjanji tidak akan membongkar aib Feri asalkan Feri mau mengikuti semua perintahnya. Feri pun terpaksa. Vita meminta Feri and the gank buat membuntuti Raka dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang Raka. Akhirnya dengan segala kekonyolan yang ada, Feri and the gank mencari-cari informasi soal Raka. Mulai dari rumah, makanan kesukaan, kebiasaan Raka sampai warna celana boxing yang lagi Raka pakai. Gadis, sih, suka-suka aja karena Raka itu keren. Tapi Gadis lebih suka sama Feri daripada Raka. Jadi Gadis suka sebal kalau Vita memperlakukan Feri semena-mena, seperti mau balas dendam. Seperti Feri diminta buat bawa bakul jamu ke kelas Vita, memijiti Vita bahkan meminta Feri berteriak di lapangan kalau Vita adalah gadis tecantik di kampus. Jelas saja Feri disorakin, karena Vita, kan, cewek yang nerd banget di kampus.
Tapi keisengan Vita malah membuat petaka. Cewek-cewek di kampus yang ditolaki sama Feri langsung mengejar Vita dan mengerjai Vita di taman dekat kampus. Beruntung Raka datang dan membuat Vita tertolong. Di sana Vita keceplosan kalau dia suka sama Raka. Raka pun menyambut cinta Vita. Betapa girangnya Vita karena ia bisa jadian. Orang yang pertama kali Vita kabari adalah Feri. Ia mencari Feri ke sana kemari dan memeluk Feri yang ternyata lagi narsis sendirian di ruang dosen. Si dosen sendiri bingung sama ulang Feri. Akhirnya Vita menghancurkan kaca dan membuat Feri sadar. Vita bilang dia udah jadian sama Raka. Feri ikutan girang, tapi Vita dikejar dosen karena sudah menghancurkan cermin yang ada di ruangannya.
Sejak Vita jadian sama Raka, Vita perlahan-lahan berubah. Menjadi lebih cantik. Feri lambat laun jadi kehilangan sosok Vita. Gadis menyuruh Feri mengambil cermin keramatnya tapi Feri menolak. Dia ngga mau menganggu Vita. Malah Gadis yang menghampiri Vita dan minta cermin itu. Saat Vita mau memberikannya, ia baru ingat kalau tak sengaja cermin itu ia titipi ke Raka. Gadis dan Feri pun mencari Raka. Karena lelah mereka mampir ke minimarket, di sana ternyata minimarketnya baru saja kerampokan. Dengan gagah berani Feri mengejar 3 kawanan perampok yang salah satunya ternyata dalah Raka.
Feri meninju Raka habis-habisan, Raka minta agar Feri tidak membongkar rahasianya. Tapi Feri yang sudah kadung sebal sama Raka langsung mengadukannya ke Vita. Vita tidak terima kalau Feri memfitnah Raka seperti itu. Raka itu cerdas dan dia anggota senat! Teriak Vita saat akhirnya mereka bertengkar. Raka lega karena Vita tidak percaya sama Feri. Tapi Feri tidak putus asa, ia terus mengikuti Raka untuk mendapatkan bukti sampai kemudian, Raka menemukan kelemahan Feri. Cermin kecil Feri yang sengaja jatuh dari tas Raka. Saat melihat cermin itu, Feri langsung berubah jadi narsis over dosis. Naasnya, Raka malah menggiring Feri dengan cermin itu dan mengurung Feri di kandang kambing. Gadis yang melihat hal itu berusaha menarik Feri keluar dari kandang kambing tapi Feri menolak. Ia sibuk narsis di depan cerminnya. Gadis menarik cermin itu tapi dia malah diseruduk sama kambing. Gadis pun pergi meminta bantuan kedua temannya. Tapi saat Gadis dan kedua temannya datang ke sana, ternyata Feri sudah hilang. Feri sibuk narsis ria sampai-sampai lupa kalau ia berjalan ke sembarang arah.
Gadis menelepon Vita dan meminta Vita cepat datang. Karena ikutan panic, Vita ikut mencari Feri. Akhirnya Vita menemukan Feri dalam keadaan tetap bercermin dan kakinya mau terperosok ke jurang kecil. Vita dan memeluk Feri, cermin di tangan Feri pecah. Vita ketakutan kalau Feri jatuh dan mati. Feri jadi tersentuh karena Vita khawatir.
Di sebuah balai-balai bamboo, Vita memberi kepala Feri yang terluka dengan obat. Melihat hal itu, Gadis cemburu dan merebut obat-obatan di tangan Vita. Gadis menyuruh Vita pergi tapi Vita ngga mau. Saat itulah Raka kembali datang dan meminta Vita pulang. Raka kesal karena melihat Feri baik-baik saja. Vita bingung antara pulang atau mengobati Feri. Vita akhirnya naik ke dalam mobil Raka dan pulang sama Raka. Tapi di rumah, ia selalu teringat Feri. Esoknya di kampus, Feri tidak kuliah.
Selama satu minggu, Feri menghilang. Ketiga temannya juga tidak tahu keberadaan Feri. Hal itu membuat Vita kehilangan. Sementara itu, Raka dan kedua temannya sedang merencanakan perampokan selanjutnya. Raka butuh uang banyak agar bisa membayar cicilan mobil yang setiap hari ia bawa ke kampus. Raka ingin hidup mewah padahal orang tuanya berasal dari keluarga biasa saja. Malam itu, mereka berencana merampok ke sebuah rumah yang ternyata adalah rumah Feri. Raka tidak mengetahui hal itu.
Saat Raka mau merampok, kebetulan Vita datang ke rumah Feri dan disambut oleh pelayannya Feri. Ketika pelayan memberikan teh pada Vita, Raka cs datang memakai topeng. Raka kaget melihat Vita dan hendak kabur tapi ditahan oleh kedua temannya. Vita pun disandera sama kedua temannya, beruntung Vita pernah menghadapi Feri saat masih sering mengerjai dia, jadilah Vita punya celah untuk melawan. Saat itulah, Vita menarik topeng Raka dan terkejut melihat pacarnya itu.
Vita marah pada Raka sementara Raka berusaha untuk menjelaskan. Sayang di kejauhan, mobil orang tua Feri datang. Kedua teman Raka segera menyeret Raka untuk pergi sebelum ditangkap polisi. Di rumah Vita sangat kecewa, ternyata dia sudah salah menilai Raka. Hanya dari pencitraan Raka semata. Aslinya Raka jauh lebih buruk dari Feri.
Esoknya Vita tak sengaja ketemu Feri di taman kampus, karena malu pada Feri, Vita akhirnya pergi. Feri menahan Vita. Vita pun curhat kalau hatinya hancur. Feri menjelaskan sama Vita kalau semua orang pasti punya kelemahan tapi bagaimana memperbaiki kelemahan itu adalah sebuah kelebihan. Raka minta maaf sama Vita dan berjanji akan memperbaiki kelemahan dirinya tapi Vita sudah terlanjur hilang rasa cintanya. Karena Raka pernah membohongi dirinya. Akhirnya Vita minta putus. Raka menyesal.
Melihat Feri yang murung karena jatuh cinta sama Vita, Gadis akhirnya mengalah. Ia dan kedua temannya mau membantu Feri untuk jadian sama Vita. Besoknya Gadis dan kedua teman Feri menculik Vita dan membawa Vita ke sebuah ruangan yang penuh cermin. Vita kaget karena Feri muncul di depan cermin dan bersikap normal saja. Feri bilang, selama satu minggu menghilang dia pergi ke ahli hypnosis dan psikolog. Feri mau meninggalkan penyakit narsis over dosisnya demi Vita. Soalnya kalau narsisnya masih akut, pasti bakalan merepotkan Vita terus. Vita tersipu malu. Feri bilang : Mencintai kamu lebih menyenangkan daripada mencintai diri sendiri.

***

Contoh Sinopsis FTV - Antara Singkong Dan Cinta Dara

Friday, August 31, 2012


Antara Singkong Dan Cinta Dara
~ Rumah Pena Kreativa & Achi TM ~


Halo para pembaca blog Achi TM yang baik hati, budiman dan kantongnya makmur semua ^_^ Aamiin.
Kali ini saya mau bagi-bagi sinopsis FTV saya yang sudah di acc dan sudah diproduksi oleh Virgo Putra Film, nih. Salah satu FTV yang proses pembuatannya cukup panjang, banyak mengalami perubahan dari sinopsis awalnya dan punya banyak pesan moral. Satu yang selalu saya gembor-gemborkan dalam kursus menulis yang saya bina, bahwa saat menulis FTV jangan lupa selalu masukkan pesan moral! Ah... rasanya aneh, ya, bicarain nilai-nilai moral dalam sebuah FTV Romantis. Ehm... tapi buat yang sudah pernah menonton pasti setuju deh kalau FTV ini layak dikasih jempol. Karena saya ngga mendapatkan videonya di youtube, jadi saya publish saja posternya. Plus sinopsis awal yang membuat sinopsis ini di acc RCTI. Buat yang mau coba bikin sinopsis buat FTV RCTI, bisa tiru dan modifikasi gaya cerita dan menulis saya ;)

Semoga bermanfaat.

     Kisah sepotong cinta dalam sepotong singkong….
     Dara(22th) adalah perempuan shopaholic, cantik, energik, tapi kerjaannya hanya menghabiskan uang orang tua saja. Dara punya pacar bernama Bayu (24th). Bayu yang tampan, baik hati dan terlihat sayang pada Dara padahal sebenarnya ia hanya ingin harta orang tua Dara yang seorang pengusaha besar.
     Ujang (22th) Cuma perantau, dia berangkat dari kampung ke kota buat jualan singkong. Pernah suatu kali ia belum makan dan lapar, ia menjual singkong kepada Dara tapi Dara malah menampik singkongnya dan pergi. Itulah pertemuan pertama Dara dengan Tomi.
     Karena tagihan kartu kredit yang membengkak dan kekhawatiran orang tuanya atas sikap pemalas Dara. –Bahkan Dara tidak mau pergi kuliah!- orang tua Dara pun mencabut semua fasilitas yang dimiliki Dara. Mulai dari HP, kartu kredit sampai mobil. Jelas saja Dara kelabakan.
     Dara memang anak tunggal, tapi orang tuanya tidak mau Dara hanya menjadi orang yang konsumtif. Bisa-bisa perusahaan yang dibangun Ayahnya bangkrut dalam sekejap kalau Dara terus seperti itu. Dara harus belajar mencari uang sendiri. Orang tua Dara hanya memberikan Dara uang 100 ribu untuk makan selama satu minggu dan modal usaha Dara.
     Dara membaca banyak buku bisnis, tapi dia bĂȘte sendiri. Dara pun mencari makan dengan jalan kaki ke Mall. Di mall ia melihat ada sale sepatu bagus seharga Rp. 99.900! Pas banget dengan uang yang dia punya. Dara girang bukan main, ia membeli sepatu boot high heel yang keren itu dan membuang sandal jepitnya yang menurutnya sudah kusam.
     Tapi ternyata ia kelaparan, ia mencari makan di rumah tapi di rumah tidak ada bahan makanan. Ada note di kulkas : Dara harus bisa mandiri. Dara kesal dan merobek note itu. Dara mencari tukang makanan ke sana kemari. Dara membeli mie ayam tapi Dara hanya punya uang 100 perak, kembalian beli sepatu. Apes banget, deh. Dara hanya bisa duduk-duduk di taman. Saat itulah Tomi datang dan menawarkan singkong rebus untuk Dara. Dara menolak. Dia ogah makan singkong! Ngga level.
     Dara pulang tapi dia pingsan. Tomi mengangkutnya ke rumah kosnya yang kecil. Saat Dara siuman, Tomi memberikan ‘keju Indonesia’ kata Tomi kepada Dara. Dara makan dengan lahap, dicampur susu dan gula. Ternyata yang dimaksud Tomi dengan keju Indonesia adalah Singkong! Hehehe… awalnya Dara marah tapi dia malah ketagihan makan singkong. Tomi memberikan Dara banyak singkong, Dara senang tapi hanya bisa bayar 100 perak. Tomi menyimpan 100 perak itu baik-baik. Padahal uang 100 peraknya itu sudah somplak dan hitam.
     Tomi menerima telepon dari orang tuanya. Orang tua Tomi minta Tomi pulang. Tomi bilang mau pulang, karena dia juga kangen sama Sarah. Mendengar Tomi udah punya pacar, Dara merasakan ngga enak. Tomi bilang, Sarah bukan pacar, Cuma calon. Mudah-mudahan aja Sarah mau nerima lamaran aku, kata Tomi. Tomi pun mengantar Dara dengan sepeda.
     Di jalan, ia ketemu dengan Bayu. Bayu langsung menghajar Tomi karena dikiranya Tomi nyulik cewek orang sembarangan. Singkong yang mau dibawa Dara juga dibuang di jalan oleh Bayu. Tomi mengelus dada. Di rumah Dara ngambek, Bayu ngomel-ngomel. Orang tua Dara menenangkan Bayu, mereka minta agar Bayu mengerti bahwa orang tua Dara ingin agar Dara mandiri. Bayu pun mencoba paham demi niatnya untuk mengambil alih perusahaan orang tua Dara.
     Malamnya Dara lapar dan masak mie instan yang diam-diam dibelikan Bayu. Tapi Dara tidak nafsu makan mie, dia mendadak kangen mau makan singkong. Pagi-pagi sekali Dara pergi ke rumah Tomi tapi dia malah melihat Tomi pergi ke terminal bus. Kebetulan rumah Tomi dekat dengan terminal. Dara pun mengejar Tomi hingga ke terminal, Dara langsung menyusul Tomi naik Bus, duduk di sebelah Tomi. Tomi memberikan Dara singkong rebus manis, Dara senang dan makan dengan lahap. Mereka ngobrol panjang sampai tidak sadar kalau bus sudah melaju jauh masuk tol. Dara pun ketiduran, Tomi bingung. Saat kondektur menagih ongkos, terpaksa Tomi harus mengongkosi Dara.
     Sesampainya di kampung, Dara berteriak histeris. Kampungnya Tomi indah dan masih penuh nuansa pedesaan. Tapi Dara histeris karena dia berada di kampung Tomi secara tak sengaja. Tomi sudah berusaha membangunkan Dara tapi Dara tidur pulas sekali. Dara minta diajak pulang lagi tapi uang Tomi sudah habis buat ngongkosin Dara tadi. Dara tidak bawa uang dan tidak bawa HP. Alhasil dia pun terpaksa menginap di rumah Tomi. Orang tua Tomi termasuk ramah dan baik terhadap Dara tapi Dara tidak betah tinggal di tempat kumuh begitu.
     Tomi pun mengajari Dara bagaimana asyiknya hidup di desa. Mandi di sungai, buang air di bilik. Tidur beralaskan tikar, kalau malam hanya ada nyala lampu teplok. Dara tergugah oleh kebaikan hati Tomi. Apalagi di sana, Tomi selalu memasak aneka makanan dari singkong. Orang tua Tomi ternyata punya kebun singkong.
     Sementara itu di Jakarta, Bayu yang hendak membawakan Dara Pizza, terkejut karena Dara tidak ada di rumah dan di manapun. Orang tua Dara pulang dari kantor dan menyuruh semua anak buah mereka mencari Dara. Tapi sampai 2 hari, Dara juga belum ada kabar. Polisi pun mulai mencari Dara.
     Satu hari, Dara mendapati Tomi tidak di rumah, ternyata Tomi pergi ke kebun jagung. Tempat Sarah bekerja, Tomi terlihat merayu Sarah, Sarah tersipu malu. Tomi membelikan Sarah cincin emas yang bagus. Dara jadi kesal.
     Dara kesal karena Tomi bilang dia tidak punya uang lagi  untuk mengantar Dara pulang ke Jakarta, tapi kenapa bisa beli cincin emas? Tomi cerita cincin itu dia beli sebelum pulang ke desa. Sebelum Dara naik Bus. Tomi pun cerita, dia mencintai Sarah, ingin melamar Sarah tapi Sarah selalu tidak pernah menjawab perasaan Tomi. Hanya diam saja, waktu dikasih cincin pun diam saja.
     Dara kangen sama Bayu, ia pun minta pekerjaan kepada Tomi. Tomi mengajak Dara untuk mencabut singkong, hasilnya lumayan. Tomi pun mengajari Dara mencabut singkong, Dara juga belajar mengolah singkong. Ia banyak menghabiskan waktu dengan Dara. Bermain di sungai, melintasi perbukitan, menikmati lampion di tengah sawah.
Ketika Tomi sedang menghabiskan waktu bersama Sarah, Dara jadi cemburu. Dara bingung dengan perasaannya. Sampai suatu hari, Dara mendengar pembicaraan Sarah dengan temannya.
     Teman Sarah bertanya apakah Sarah tidak cemburu kalau Tomi dekat dengan Dara? Sarah menjawab tidak cemburu sama sekali karena sebenarnya ia sudah punya pacar orang Jakarta. Ia sudah pacaran dengan orang Jakarta itu selama 3 bulan. Kata Sarah, besok pagi jam 10, orang Jakarta itu akan datang menemui Sarah di ladang jagung. Jam-jam segitu, Tomi lagi sibuk di kebon singkong.
     Dara bergegas pulang ke rumah, dia minta Tomi untuk datang besok ke ladang jagung untuk menemui pacar Sarah. Tomi nampak sedih, Tomi tidak mau menemui Dara karena berpikir Dara jahat karena sudah mengadu dombanya. Dara akan membuktikan sama Tomi kalau dia benar tapi Dara tidak punya kamera atau apapun. Dara bĂȘte.
      Akhirnya Dara membuktikan sendiri dengan pergi ke kebun jagung Sarah. Di sana, ternyata Sarah berjumpa dengan pacarnya yang berasal dari kota yaitu Bayu. Dara kaget bukan main, kebetulan saat itu, Tomi yang penasaran juga pergi ke kebun jagung Sarah. Alhasil Dara melabrak Bayu lalu pergi, Tomi juga meminta cincin emasnya dari Sarah dan pergi dengan terluka. Sarah minta maaf tapi tangannya ditarik oleh Bayu.
      Bayu menghampiri Dara di tepi sungai, Dara marah bukan main. Dara memutuskan hubungannya dengan Bayu. Bayu sama sekali tidak menyangka kalau ada Dara di kampung ini. Akhirnya Dara pergi meninggalkan Bayu. Di rumah Tomi, Tomi menghampiri Dara dan menghiburnya. Mereka curhat di perbukitan yang indah. Dara juga menghibur Tomi. Mereka makan singkong bareng.
     Bayu menelepon kedua orang tua Dara. Esoknya orang tua Dara datang menjemput Dara. Di sana Bayu minta maaf karena sudah menduakan Dara. Di depan Sarah, Bayu bilang lebih memilih Dara daripada Sarah. Mendengar hal itu, jelas saja Tomi geram dan memukul Bayu. Dara dan Sarah sama-sama mencoba menghentikan Tomi. Dara menolak kembali pada Bayu. Ia memilih untuk pulang. Dara pun pulang ke rumahnya.
     Di rumahnya dia bukannya kangen dengan Bayu malah kangen kepada Tomi. Tomi pun begitu, Sarah berusaha minta maaf tapi Tomi menolak. Karena ada orang lain yang dia kangeni. Suatu hari, Dara menerima surat misterius. Seseorang menunggunya di sebuah restoran. Dara datang dan melihat Tomi memakai jas dan necis. Tomi bilang, selama 2 bulan ngga ketemu Dara, dia selalu bekerja keras hingga akhirnya jadi jurangan singkong di kampung. Dan sekarang Tomi mau melamar Dara. Tomi memberikan sebuah tempat cincin yang indah. Tapi saat dibuka oleh Dara isinya ternyata koin seratus perak yang sudah penyok dan kehitaman. Yang dulu pernah diberikan Dara.
     Tomi bilang, sejak Dara memberikan sekeping koin itu, sekeping hati di dalam diri Tomi mulai dicuri. Kepingan itu semakin besar ketika tahu bahwa Tomi kangen dan suka sama Dara. Selama ini dia selalu buta oleh kecantikan Sarah. Ternyata cincin emas yang dibelikan Tomi ada di atas piring makan yang tertutup tudung besi. Tomi memberikan cincin kepada Dara. Dara pikir mereka akan pulang naik mobil tapi ternyata mereka masih naik sepeda. Sepeda penuh singkong! Aku mau melamar ke rumah kamu sekarang! Mas kawinnya singkong! Ujar Tomi, Dara pun terbahak-bahak.

***
 
BLOGGER TEMPLATE BY Langit Amaravati