Alhamdulillah selama akhir Maret dan awal April aku sudah disibukkan sama kegiatan-kegiatan training lagi. Setelah nyaris 3 minggu vakum karena kesibukan menyelesaikan novel duet bersama Ramaditya Adikara. Coming Soon Mata / Hati Kedua. Sebuah novel teenlit remaja berkisah tentang cinta seorang tuna netra dengan seorang gadis pendiam yang super jenius. Oke balik lagi ke training. Sejak tahun 2009 aku sudah aktif mengisi training ke berbagai tempat. Memberikan pelatihan menulis mulai dari anak SD, SMP, SMA, Mahasiswa hingga ibu-ibu rumah tangga. Semuanya menyenangkan dan membuat gairah menulisku terus terjaga dan tetap meletup-letup. Nah, panggilan mengisi training ini semakin gencar di pertengahan tahun 2011 hingga awal 2012. Dalam satu bulan bisa dua kali mengisi training belum lagi mengisi pelatihan-pelatihan menulis lewat online. Justru di sanalah aku bisa terus menggali ilmu. Bukankah dengan banyak memberi kita akan banyak menerima?
Pengalaman baru dan seru pun terjadi di awal Maret. Saat buku ke-7 ku yang diterbitkan penerbit major, berupa buku non fiksi keduaku, berjudul No More Galau, terbit di Bentang Belia. Bersama rekan aktivis Rumah Pena yaitu Bunda Cuwiy, kami pun berhasil membukukan curhat-curhat yang biasa ada di grup RUMAH PENA ke dalam buku itu. 1 Buku 2 wajah, berjudul No More Galau-Dear Bunda Cuwiy.
Ini penampakan bukunya. Model adalah salah satu pembaca buku No More Galau - Dear Bunda Cuwiy. Kata dia, sih, setelah membaca buku itu, dia ngga galau lagi, tuh ^_^ namanya Iis Rachma.
Naah... seru, nih. Setelah menerbitkan buku ini mau tidak mau aku ngga boleh jadi Galauers lagi :D ya meskipun tempat curhat tetap ke Bunda Cuwiy tapi kudu jaga emosi dong. Masa penulis No More Galau, merasa galau berlebihan, gak kan? Kata Bunda Cuwiy, motivator remaja rupen itu, galau boleh aja. Tapi maksimal cukup 1 hari aja. Ngga boleh lebih dari itu. Abis Galau terbitlah Move On.
So' seminggu setelah buku itu selesai cetak, kita udah dipanggil sama SMA Al-Ihya Bekasi buat isi pelatihan menulis di sana plus bedah buku plus sesi motivasi bersama Bunda Cuwiy. Wuiih... berasa banget, kan, hebringnya. Seru pasti, dong. Anak-anak SMA gitu. Kalau udah curhat mah bisa jadi serial sinetron 8 season hehehe. Kita ngisi pelatihan di sana tanggal 20 Februari bahkan sebelum buku No More Galau masuk gramedia, mereka udah borong 30 eks. Wow! Jangan kalah dong SMA yang lain ayo undang kami hehe.
Ini foto-foto waktu ngisi bedah buku di Al-Ihya. Diikuti oleh sekitar seratusan siswa ^_^
Sayang foto para pesertanya belum diupload, capek ngaploadnya yang ada dulu, deh. Hehehe...*ini ngeblog di sela-sela deadline novel*refreshing dulu ^_^
Tanggal 3 Maret kita diundang oleh SMAN 5 Tangerang. Formatnya sama, memberikan pelatihan menulis sekaligus motivasi dari Bunda Cuwiy. Sayang kali ini harus sendiri karena Bunda Cuwiy ada urusan ^_^
Tempatnya di lab bahasa, pesertanya adalah anak-anak Mading yang jumlahnya kurang lebih 20 orang. Aku membahas bagaimana proses pembuatan buku No More Galau kemudian berlanjut membahas bagaimana membuat tulisan-tulisan keren di Mading.
Next perjalanan*berasa travelling* aku dan Bunda Cuwiy diundang ke acara FOSTA (Forum Osis Seluruh Tangerang) Waw! Kerennyah, semua anak Osis berkumpul dan mendengarkan motivasi dari kita berdua. Nah, di sini ini mulai kecampur-campur antara ngasih pelatihan menulis atau memotivasi hehehe. Karena kita diundang buat bedah buku, sih, ya, jadi harus memotivasi dong. Acaranya di Gedung Dandim, Kodim, Kota Tangerang. Gedungnya asyik, anak-anaknya pun penuh semangat. Di sini berasa kayak Raditya Dika*beeuh ngarep* soalnya aku jadi ngelawak terus. Apa karena moodnya lagi bagus, ya. Pastinya anak-anak jadi tambah MOVE ON deh! Apalagi yang galau karena mau UN.
Ini nih, cikal bakal Trio Move On
(Ramaditya Adikara, Bunda Cuwiy dan aku :)
Rame, kan :) sayang ada beberapa yang udah pulang duluan.
Gak ikut moto bareng deeeh.
Setelah mengisi di Fosta. Aku dan Bunda Cuwiy pun dipanggil ke SMK Pariwisata Puspa Serpong pada tanggal 4 April, sehari setelah ulang tahunku yang ke-27 :) di sana aku mulai mengajarkan ilmu 'meminta kepada Allah dan berbicara dengan alam semesta' dengan cara mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi; Mengumpulkan energy positif dari alam semesta, kumpulkan dalam jiwa dan semangat! Terbukti, anak-anak yang mau pada UN ini langsung pada semangat mengikuti seminar kita.
Nah, selesai acara aku pergi ke toilet. Mulailah renungan dari Bunda Cuwiy. After renungan tahu-tahu aku disuruh kasih kalimat penutup, jreng! Tiba-tiba admin RUPEN tercinta Farahdara datang membawakan kue ultah yang mungil dan yummy. Duuh terharu, semuanya menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Semoga umurnya tambah berkah. Aamiin.
Tanggal 11 April kemarin akhirnya aku dan Bunda Cuwiy diundang oleh SMKN7 Bonang-Tangerang. Wuuiiih bener-bener mantap roadshow buku No More Galau ini. Gak ada matinyee....
Ini dia foto-fotonya.
Perhatikan deh saat aku bicara, selalu ada Abiy tercinta di sampingku heheh. Biasanya dia memang aku bawa kalau sedang ada training begini. Kadang-kadang memang suka ngerebut mike tapi gak masalahlah, mengajarkan dia bahwa ini lho pekerjaan mamanya. Nah, kali ini dia anteng, main ama boneka jerapahnya.
Tuh, kan, si abiy gelendotan hehehe... seru deh kita sharing seputar menghalau Galau menjelang UN.
Oke, deh, sampai di sini dulu ya obral-obrol soal roadshow buku No More Galau-Dear Bunda Cuwiynya. Tadi sih mau sekalian nulis acara launching kita yang sudah sukses berlangsung tanggal 15 April kemarin. Tapi perut udah capek nih :) besok lagi, deh. Semangat terus para pembaca blog, semoga bermanfaat. Move On ya!
Salam
Achi TM
Ngasih training kepenulisan sambil bedah buku bersama NO MORE GALAU - DEAR BUNDA CUWIY.
Friday, March 23, 2012
[Motivasi Menulis] Sebelum Habis
Kita semua sadar kalau kita sedang berjalan menuju masa depan. Dan masa depan setiap makhluk di bumi ini adalah sebuah penghabisan. Habis. Selesai. Usai. Tamat.
Kita tidak sedang berada dalam sebuah permainan video game yang bisa mendapatkan nyawa berkali-kali dan kalau mati bisa dapat kesempatan hidup sekali lagi. Tidak. Kita hanya punya kesempatan hidup satu kali. Tanpa kita bisa memilih waktu yang tepat untuk
habis.
Saya baru saja selesai menamatkan novel Gadis Jeruk. Sekonyong-konyong saya menangis karena cerita ini sedikit banyak mirip dengan apa yang saya alami. Setahun setelah alm. Ayah saya meninggal, seseorang datang di FB dan mengatakan kalau dia adalah anak dari
mantan pacar ayah saya. Perlu saya tegaskan di sini, mantan pacar jauuh sebelum
Alm. menikah dengan ibu saya, ya. Tentu saja mantan pacarnya sudah menikah dengan pria lain dan jadilah anak tersebut. Jadi sepanjang hidupnya ayah saya ngga pernah
mendua, lho :) beliau setia dan monogami.
Yang membuat saya kaget karena anak itu ingin sekali bisa berkenalan dengan alm ayah saya. Saya katakan bahwa ayah saya sudah meninggal satu tahun yang lalu dan dia ikut sedih karenanya. Bagi dia, ayah saya adalah panutan. Kenapa? Karena dia mengenal alm ayah saya lewat surat-surat cinta ayah saya kepada ibunya saat jaman pacaran dulu. Sebelum ayah
menikah dengan Mama saya.
Surat cinta?
Lemas rasanya. Tapi untung dia langsung menambahkan, bahwa surat-surat itu lebih banyak berisi tentang pemikiran-pemikiran tentang kehidupan bukan kata-kata romantis kismis yang berbuncis-buncis. Tapi isinya seputar Apa, sih, hidup itu? Bagaimana kita
hidup? Bagaimana kita bertauhid kepada Allah? Dan lain sebagainya. Anak itu
takjub dengan isi surat yang jumlahnya puluhan. Bahkan ketika alm. Ayah saya
menikah dengan mama, Alm masih mengirimkan surat kepada ibunya. Surat mengapa
akhirnya ia memilih mamaku dan bukan ibunya. Surat berisi bagaimana menjadi
seorang perempuan sholehah, bagaimana menjadi ikhlas dan menerima keadaan.
Aaah… meski sampai saat ini aku belum pernah memegang surat itu, tapi bagiku
itu adalah sebuah keajaiban.
Tentu saja aku langsung melakukan kroscek dengan mamaku. Ia pun bercerita kalau dulu alm. Ayahku juga suka mengirimkan surat cinta untuknya, sayang surat itu sudah hanyut waktu perumahan kami dilanda banjir besar. Sedih rasanya, andaikan aku bisa membaca
surat-surat itu. Tentu saja selain surat, Ayah menulis banyak sekali buku hasil
pemikirannya. Dua kali menang lomba pusbuk, menjadi juara 1 dan juara 2
membuatku bangga kepadanya. Selain naskah lomba, ada beberapa naskah lainnya
yang belum menemukan jodoh penerbit.
Tapi pasti beda rasanya bila mendapatkan tulisan berupa surat yang memang ditujukan untuk orang-orang yang kita kenal dengan baik. Aku selalu ingin merangkumkan pemikiran-pemikiran ayah lewat buku tapi ingatanku tak begitu bagus. Dan surat-surat ayah yang dipegang anak itu bisa menjadi media untuk membantuku mengingat dengan baik. Sayang
sampai sekarang kami belum punya waktu untuk bertemu.
Surat…
Adalah sebuah tulisan yang
ditujukan untuk orang lain. Tiba-tiba aku tersentak, sadar bahwa sudah terlalu
lama aku tidak menulis surat. Padahal surat-surat ini, tulisan-tulisan ini
suatu saat akan bisa bermanfaat untuk orang lain. Untuk orang-orang yang kelak
akan kita tinggalkan di belakang saat kita akan masuk ke dalam masa penghabisan
di dunia. Kemudian bangkit lagi menuju tempat baru bernama alam barzah.
Kita tak pernah tahu kapan napas kita berhenti.
Jadi janganlah berhenti menulis meski hanya satu hari
Jadi janganlah berhenti menulis meski hanya satu hari
saja. Kalau memang pikiran kita sedang buntu saat ini. Bingung ingin menulis
apa. Kamu bisa menulis sebuah surat. Surat cinta untuk ibumu, ayahmu, kakakmu,
adik-adikmu, suamimu atau anakmu. Kalau pun tidak jadi sebuah buku kelak
tulisan itu bisa membantu mereka yang ditinggalkan menjadi sedikit lebih
berarti. Sedikit belajar bahwa hakikatnya setiap manusia akan pergi dan tidak
akan pernah kembali lagi.
Salam
Achi TM
Anak Ayah Tercinta
Sunday, March 18, 2012
RUMAH PENA BEKERJA SAMA DENGAN WOMEN SCRIPT n CO mengadakan
LOMBA Menulis Surat Cinta untuk RATU DAN ADAM.
Siapakah Ratu dan Adam? Dua sejoli ini adalah sepasang kekasih yang dipertemukan dalam novel LOVE ASSET. Segala duka dan suka mereka alami untuk bisa mempersatukan cinta sejati mereka. Bisakah mereka bersatu dan menempuh hidup baru? Atau terjebak pada kehidupan masing-masing yang juga penuh dengan lika-liku?
Nah!
Sekarang saatnya kamu mengarang bebas.
Kalau kamu PEREMPUAN maka kamu menulis surat untuk ADAM
Kalau kamu LAKI-LAKI maka kamu menulis surat untuk RATU.
Syaratnya MUDAH
Posting di dokumen RUMAH PENA dengan subjek : [SURAT CINTA UNTUK RATU/ADAM]
Panjang tulisan sebanyak 300 kata saja.
Tag ke 20 teman kamu.
Peserta harus anggota di Grup RUMAH PENA.
HADIAHNYAAA!!!
2 Buah novel LOVE ASSET seharga @Rp.99.000,- rupiah untuk 2 orang pemenang.
Hadiah Hiburan
Pulsa @20 ribu untuk 1 orang pemenang.
Yuuuk... Monggo ditulis!
DEADLINE-nya tanggal 6 APRIL 2012
Pengumuman Pemenang pada saat acara BEDAH BUKU LOVE ASSET DI GRAMEDIA MATRAMAN pada tanggal 8 April 2012 pada jam 14.00 sd selesai. Diharapkan semua peserta yang berada di jabodetabek mengikuti acara bedah buku LOVE ASSET. Karena peserta lomba akan mendapatkan kesempatan kupon doorprize sebanyak 2 kupon! WOW!
Ayo ikutaan!
Salam
Achi TM
Deka Amalia (WSC)
Saturday, March 10, 2012
Alkisah di sebuah negeri panda hiduplah seekor panda yang sangat gemuk. Di perguruan kungfu panda, semua panda mampu menguasai kungfu dalam waktu 1 tahun. Tapi si panda gemuk, sama sekali tidak bisa kungfu. Jangankan menendang dan melompat, untuk berjalan saja ia kelelahan karena tubuhnya sangat gemuk!
Tapi setiap hari, si panda gemuk selalu duduk di pinggir perguruan kungfu. Ia memperhatikan setiap gerakan yang diajarkan oleh gurunya, memperhatikan bagaimana kawan-kawannya melompat, memukul dan menendang. Semua itu direkam dengan baik oleh si Panda Gemuk. Hampir setiap malam, si Panda Gemuk melihat sang guru besar minum arak kemudian mengeluarkan jurus mabok.
Hingga suatu hari, sekawanan gajah hitam menyerang perguruan kungfu panda. Semua murid kungfu turun ke lapangan untuk bertarung. Adegan demi adegan seru terjadi, bahkan tak sedikit ada pertumpahan panda di mana-mana. Karena terdesak, guru besar perguruan pun turun tangan. Sayang kekuatan gajah hitam terlalu besar untuk itu. Karena tak ada lagi yang jago kungfu, perguruan pun mau diambil alih. Tapi si Panda Gemuk langsung mengambil arak milik guru besar dan minum sampai mabok. Dalam kondisi mabok itulah ia mengeluarkan semua jurus-jurus yang selama ini hanya ia rekam dalam kepala. Karena badannya yang besar tenaganya pun kuat. Beberapa gajah hitam jatuh. Hal itu membangkitkan semangat kungfu panda lainnya yang sudah loyo.
Ciaaaat... satu per satu kungfu panda bangun dan mengusir pasukan gajah hitam! Setelah semua damai, sang guru berkata pada Panda Gemuk :
"Hebat sekali kamu panda, kamu adalah pesilat instan! Ngga pernah belajar kungfu tau-tau jadi menonjol!"
Kata si Panda Gemuk : "Pak guru, setiap hari saya ikut belajar kok, saya memperhatikan jurus-jurus yang diberikan pak guru. Tapi sekarang saya baru sadar kalau saya ternyata bisa kungfu."
***
Dalam menulis, seringkali kita mendengar istilah penulis instan. Penulis yang ujug-ujug nerbitin buku, terkenal, dan tidak menulis dari bawah (baca : media). Tapi seringkali kita lupa barangkali para penulis instan itu sama dengan si Panda Gemuk. Setiap hari mempelajari proses menulis, setiap hari mengendapkannya dalam kepala. Setiap hari mencoba untuk menulis meskipun susah. Sampai suatu hari ada kesempatan yang membangunkan 'singa besar' dalam dirinya. Dan ia pun menulis!
Saat tulisannya tiba-tiba best seller, saat tulisannya tiba-tiba masuk media terkemuka, saat tulisannya tiba-tiba jadi buku, tak sedikit yang mencibir ia sebagai penulis instan. Tapi saya yakin, tak pernah ada yang instan di dunia ini. Bahkan girlband yang tiba-tiba menjamur pun ternyata sudah dikarantina selama satu tahun tanpa kita tahu.
Bisa jadi, di benak para penulis instan itu, mereka sudah belajar teori menulis dan mencobanya berkali-kali di kepala dan benak mereka. Mereka mengendapkan ide mereka bertahun-tahun. Mereka harus memutari jalan yang panjang sebelum akhirnya bisa menulis. Yang instan itu adalah penulis yang tak pernah belajar, yang tahu-tahu nyebur ke lautan tanpa ilmu berenang.
Semangat menulis siang ini dan jadilah penulis seumur hidup ^_^
NB : Jangan sekali-sekali nulis sambil mabok nanti bisa nabrak laptop. Penulis minumnya air putih ajah... sehat wal afiat dan halalan toyyiba heuheuehu....
~ Achi TM ~
Bukan Motivator
Wednesday, March 7, 2012
Alhamdulillah... ada salah satu blog sekaligus teman FB yaitu mba Shabrina Ws yang bikin review tentang buku No More Galau - Dear Bunda Cuwiy ini ^_^
Ini adalah buku 2 in 1, bagian depan ditulis oleh saya Achi TM dengan judul No More Galau.
Bagian belakang ditulis oleh rekan saya Widuri Al Fath dengan judul Dear Bunda Cuwiy.
Nah, pengen tahu seperti apa penampakan cover saya?
Nah mau tahu reviewnya seperti apa? Klik aja blog ini ^_^
Shabrina WS: No More Galau
So' ini buku bermanfaat banget buat siapa saja. Buat remaja usia ABG, buat remaja dewasa, buat emak-emak galau hehehe... buat hadiah anak, ponakan, tetangga ^_^
Pokoknya... bisa dibeli di gramedia terdekat. Kalau susah nyari letak bukunya tanya aja sama petugas komputer dan cek bukunya ada di mana. Minta dicariin ajaaaah... okeh okeh.
Semangat dan Move On!
Salam
Achi TM
Ini adalah buku 2 in 1, bagian depan ditulis oleh saya Achi TM dengan judul No More Galau.
Bagian belakang ditulis oleh rekan saya Widuri Al Fath dengan judul Dear Bunda Cuwiy.
Nah, pengen tahu seperti apa penampakan cover saya?
Nah mau tahu reviewnya seperti apa? Klik aja blog ini ^_^
Shabrina WS: No More Galau
So' ini buku bermanfaat banget buat siapa saja. Buat remaja usia ABG, buat remaja dewasa, buat emak-emak galau hehehe... buat hadiah anak, ponakan, tetangga ^_^
Pokoknya... bisa dibeli di gramedia terdekat. Kalau susah nyari letak bukunya tanya aja sama petugas komputer dan cek bukunya ada di mana. Minta dicariin ajaaaah... okeh okeh.
Semangat dan Move On!
Salam
Achi TM
Tuesday, March 6, 2012
Kamu
Seperti senyummu yang beku di pagi ini
aku terduduk di teras rumah sambil merapal mantra matahari
Seperti matamu yang surut pagi ini
aku gali mimpi-mimpi kita di ruang imaji
Seperti itulah kamu menangisi pagi ini
aku tuang secangkir kopi untukmu
***
Rumah Pena
10 Januari 2012
Seperti senyummu yang beku di pagi ini
aku terduduk di teras rumah sambil merapal mantra matahari
Seperti matamu yang surut pagi ini
aku gali mimpi-mimpi kita di ruang imaji
Seperti itulah kamu menangisi pagi ini
aku tuang secangkir kopi untukmu
***
Rumah Pena
10 Januari 2012
[Cerita Inspiratif] Bendera Baru
Ini cerita lama, kejadiannya tepat tanggal 16 Agustus 2011 silam.
Sebenarnya sudah lama ingin ditulis tapi baru sempat menuliskannya sekarang.
Sudah menjadi tradisi di negara kita, setiap tanggal 17 Agustus 2011 kita selalu memasang bendera merah putih dengan bambu kayu di depan rumah kita. Karena sudah 3 kali pindah rumah kontrakan, banyak baju dan kain-kain yang tercecer, termasuk bendera merah putih.
Sehari sebelum hari kemerdekaan pun, suamiku akhirnya memilih untuk membeli bendera merah putih yang baru. Lebih tepatnya, sih, ngga enak hati karena sudah ditegur Pak RT : "Yang lain sudah pasang bendera, kok, Bapak belum?"
Ya sudah, akhirnya daripada tidak pasang dan rasa nasionalisme berkurang, akhirnya suami saya memutuskan beli bendera baru. Kalau dipikir-pikir sebenarnya agak mepet, karena suamiku mulai mencarinya sore-sore sekali, tepatnya selepas shalat ashar. Tukang bendera yang biasa mangkal di dekat pasar terdekat juga sudah tidak ada. Alhasil suamiku harus pergi ke pasar lain yang agak jauh dari rumah. Di sepanjang jalan, ia juga melihat ke sekeliling, siapa tahu saja ada tukang bendera yang sedang mendorong gerobak untuk menjajakan dagangannya. Tapi sia-sia, tukang bendera malah susah dicari kalau sedang dibutuhkan.
Setelah muter-muter beberapa menit, akhirnya suami saya menemukan dagangan bendera yang membawa dagangannya dengan sepeda. Senyum sumringah pun mengembang di pipinya. Akhirnya....
Sayang, setelah ditunggu dan tanya sana-sini, ternyata tukang benderanya tidak ada di tempat. Tukang di sekitar juga tidak tahu pergi kemanakah tukang bendera itu. Suami saya menunggu beberapa menit tapi tukang bendera tidak kunjung tiba. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi lagi ke tempat yang lebih jauh demi mencari bendera merah putih tercinta.
Setelah mencari di beberapa pasar dan perumahan yang ramai, nyaris 1 jam muter-muter dengan motor, akhirnya suami saya menyerah dan kembali ke tukang bendera semula. Syukurnya si tukang bendera sudah mangkal di tempatnya dan dengan senang hati melayani suami saya. Iseng-iseng suami saya nanya :
"Saya tadi ke sini si abangnya ngga ada. Saya cari muter-muter eh ngga ada tukang bendera lagi, ya, emang udah rejeki abang, ya." kata suami saya sambil menyerahkan uang kepada tukang bendera.
"Alhamdulillah, Mas. Tadi saya sholat dulu. Dagangan saya belum laku dari tadi pagi. Alhamdulillah... rejeki saya."
Deg!
Subhanallah. Suami saya langsung berdecak kagum. Si tukang bendera, meninggalkan dagangannya untuk shalat dan Allah langsung memberikan rezeki kepadanya. Bandingkan dengan kebanyakan dari kita yang berlomba-lomba mengejar rezeki dunia dan seringkali lupa untuk shalat. Suami saya pulang dengan hati penuh keriangan. Riang karena ia diingatkan oleh Tukang Bendera bahwa kalau Allah sudah menetapkan rezeki tidak akan pernah salah alamat.
Salam
Achi TM
Sebenarnya sudah lama ingin ditulis tapi baru sempat menuliskannya sekarang.
Sudah menjadi tradisi di negara kita, setiap tanggal 17 Agustus 2011 kita selalu memasang bendera merah putih dengan bambu kayu di depan rumah kita. Karena sudah 3 kali pindah rumah kontrakan, banyak baju dan kain-kain yang tercecer, termasuk bendera merah putih.
Sehari sebelum hari kemerdekaan pun, suamiku akhirnya memilih untuk membeli bendera merah putih yang baru. Lebih tepatnya, sih, ngga enak hati karena sudah ditegur Pak RT : "Yang lain sudah pasang bendera, kok, Bapak belum?"
Ya sudah, akhirnya daripada tidak pasang dan rasa nasionalisme berkurang, akhirnya suami saya memutuskan beli bendera baru. Kalau dipikir-pikir sebenarnya agak mepet, karena suamiku mulai mencarinya sore-sore sekali, tepatnya selepas shalat ashar. Tukang bendera yang biasa mangkal di dekat pasar terdekat juga sudah tidak ada. Alhasil suamiku harus pergi ke pasar lain yang agak jauh dari rumah. Di sepanjang jalan, ia juga melihat ke sekeliling, siapa tahu saja ada tukang bendera yang sedang mendorong gerobak untuk menjajakan dagangannya. Tapi sia-sia, tukang bendera malah susah dicari kalau sedang dibutuhkan.
Setelah muter-muter beberapa menit, akhirnya suami saya menemukan dagangan bendera yang membawa dagangannya dengan sepeda. Senyum sumringah pun mengembang di pipinya. Akhirnya....
Sayang, setelah ditunggu dan tanya sana-sini, ternyata tukang benderanya tidak ada di tempat. Tukang di sekitar juga tidak tahu pergi kemanakah tukang bendera itu. Suami saya menunggu beberapa menit tapi tukang bendera tidak kunjung tiba. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi lagi ke tempat yang lebih jauh demi mencari bendera merah putih tercinta.
Setelah mencari di beberapa pasar dan perumahan yang ramai, nyaris 1 jam muter-muter dengan motor, akhirnya suami saya menyerah dan kembali ke tukang bendera semula. Syukurnya si tukang bendera sudah mangkal di tempatnya dan dengan senang hati melayani suami saya. Iseng-iseng suami saya nanya :
"Saya tadi ke sini si abangnya ngga ada. Saya cari muter-muter eh ngga ada tukang bendera lagi, ya, emang udah rejeki abang, ya." kata suami saya sambil menyerahkan uang kepada tukang bendera.
"Alhamdulillah, Mas. Tadi saya sholat dulu. Dagangan saya belum laku dari tadi pagi. Alhamdulillah... rejeki saya."
Deg!
Subhanallah. Suami saya langsung berdecak kagum. Si tukang bendera, meninggalkan dagangannya untuk shalat dan Allah langsung memberikan rezeki kepadanya. Bandingkan dengan kebanyakan dari kita yang berlomba-lomba mengejar rezeki dunia dan seringkali lupa untuk shalat. Suami saya pulang dengan hati penuh keriangan. Riang karena ia diingatkan oleh Tukang Bendera bahwa kalau Allah sudah menetapkan rezeki tidak akan pernah salah alamat.
Salam
Achi TM
Subscribe to:
Posts (Atom)



















