[Motivasi Menulis] Ini Tentang Aku dan Rasa Percaya Diri

Sunday, March 4, 2012

Sebagai seorang penulis yang dikasih jatah nyemplung duluan ke dunia tulis menulis, banyak yang bilang saya ini orangnya super pede. Tapi sejujurnya saya juga manusia biasa, bahkan masih tergolong ababil. Jadi untuk urusan tidak pede, saya juaranya. Kok, saya malah bangga? Iya, karena kalau saya over pede, saya ngga mungkin mau belajar terus dan terus belajar ^_^.

Tulisan ini bukan untuk menjatuhkan saya, hanya mengajak kita berpikir. Pernahkah terlintas di kepala teman-teman semua bahwa seorang artis yang sangat terkenal pernah mengalami rasa tidak percaya diri? Saya rasa bukan rahasia umum lagi kalau banyak artis yang memakai narkoba hanya untuk meningkatkan rasa PD mereka. Wait... wait, saya tidak memakai narkoba, lho. Saya hanya pemakan narkoba, nasi rendang kopi dan bakwan ;p

Saat menulis ini, saya berada dalam sebuah rasa TIDAK PEDE, bagaimana bisa saya menulis Motivasi Menulis sedangkan di sini sudah banyak teman-teman yang terus menerbitkan buku baru mereka. Makin hari jadi makin ciut, sambil melihat naskah buku saya tidak selesai-selesai. Saya juga bukan ahli membuat artikel, saya tidak tahu bagaimana pakemnya. Yang saya tahu adalah saya ingin berbagi semangat :)

Jadi... daripada galau ngga bisa tidur karena mangkir lagi dari tugas, lebih baik saya menulis ini. Dan sebagai penulis buku No More Galau, dillarang galau lah yaw!

Saat teman semua telah kehilangan rasa pede dalam menulis, cari tahu apa sih kira-kira yang bisa membangkitkan rasa percaya diri Anda lagi? Kalau ngga kepikiran apa pun mungkin cara-cara saya di bawah ini bisa dilakukan oleh Anda :

1. Jangan baca cerpen/buku yang bagus! Saya biasanya punya stok buku dengan cerita jelek di rumah saya. Jadi kalau sedang butuh rasa pede, saya selalu baca buku dan meyakinkan diri saya bahwa "Saya bisa menulis lebih baik dari dia."

2. Menjauhlah sejenak dari orang-orang yang suka asal mengkritik. Lebih baik selesaikan naskah Anda dulu baru kasih ke orang lain untuk diberi masukan. Kadang tak sedikit masukan itu bersifat kritik pedas yang malah membuat kita down dan malas melanjutkan naskah kita. Carilah tukang kritik yang berbobot dan berilmu, bukan tukang asal kritik. Tukang kripik boleh, lumayan dapet kripik gratis :D

3. Jangan mengikuti lomba menulis yang tidak berbobot. Ini penting! Karena banyak sekali penulis pemula yang selalu menjadikan ajang lomba sebagai sesuatu yang WAJIB dimenangkan jika kamu ingin jadi penulis. Sudah jadi sesuatu yang tersirat jika Anda memenangi sebuah perlombaan menulis maka Anda sudah dicap penulis! Tahukah Anda, sekarang sudah banyak sekali lomba menulis yang berserakan di dunia maya dan nyata. Lomba-lomba menulis dengan hadiah sebuah buku saja, atau dijanjikan akan diterbitkan tapi oleh penerbit POD. Untuk lomba semacam itu, akan sangat sulit menentukan kualitas tulisan kita. Bisa jadi, tulisan kita yang sebenarnya bagus dan layak menang di lomba DKJ misalnya, harus kalah di lomba dengan hadiah pulsa hanya karena si juri tidak paham sesungguhnya dengan 'bagaimana cerpen/novel yang baik itu".

Parahnya lagi, jika kalah dalam lomba 'ecek-ecek' kita malah semakin down dan down. Beda, kan, kalau kalah lomba di majalah terkenal. Biar kalah yang penting terhormat. Halah ;p

4. Jika mengirimkan naskah ke penerbit, coba buat semedi dulu, timang-timang dulu. Kira-kira penerbit itu cocok ngga, ya, sama karya kita. Chemistrynya ada ngga, ya? Jangan sampai salah lempar penerbit. Kalau ditolak, sakitnya bisa bikin ngedrop 2 kali lipat. Baiknya, melempar naskah ke penerbit yang memang sedang membutuhkan naskah :).

5. Jangan baca tulisan jaman dulu! Udah ketahuan tulisan jadul lebih jelek dari tulisan sekarang, masih juga dibaca. Bisa ngedrop nantinya. Tapi eitttss... kalau kita merasa tulisan kita jaman dulu lebih bagus dari jaman sekarang boleh juga tuh diintip-intip ^_^ sebagai pemacu semangat dan rasa percaya diri kita.

6. Abaikah tanggapan bahwa ada penulis senior dan juga junior. Ini hanya akan membuat Anda semakin ciut berkarya. "Hei kamu penulis junior! Saya penulis senior!" Sama halnya seperti manusia yang menikah duluan dengan yang menikah belakangan. Belum tentu yang duluan anaknya lebih berkualitas dengan yang menikah belakangan ^_^

Kalo kata Pak Ustadz ane, sih, "Kebetulan aja saya lahir duluan dari kamu, jadi saya menyampaikan dakwahnya duluan daripada kamu."

So' Tetap semangat menulis, ya. Buat yang belum pernah menang lomba jangan takut. Jalan menjadi penulis bukan hanya dari menang lomba lalu masuk antologi semata. Tapi dari ketekunan Anda menulis dan menulis! Jadilah penulis yang mampu berdiri sendiri. Mampu mempunyai novel/buku solo. Mampu untuk berbagi dengan penulis pemula lainnya. Dan mampu melawan rasa tidak percaya diri Anda.

Pssst... selama 6 tahun eksis jadi penulis, saya belum pernah menang lomba kepenulisan APA PUN! Padahal dulu saya paling rajin ikut lomba. Pantang menyerah!

Ehm... Pernah, sih, sekali, waktu ikut lomba nulis cerpen tingkat kota. Juara dua tapi dari tiga peserta. Hadeeh... pingsan dulu, deh.

Salam
Achi TM
Penulis No More Galau

7 comments:

  1. matur nuwun mbak, aku jadi semangat lagi nih,
    tapi untuk poin nomor 5 rasanya aku kurang sepihak dengan mbak, karena kalau liat catatan harianku waktu kelas 2 sma lalu aku jadi lebih semangat lagi, karena perkembangan tulisanku rasanya merangkak, hihihi,
    terima kasih mbak
    follow aku ya mbak... trims :)

    ReplyDelete
  2. Hehehe iya mas Cakra ^_^ gapapa... setiap orang kan beda-beda sebenarnya ngumpulin semangat menulis itu. Siip aku follow ya, thx banget udah baca semoga menjadi semangat. Boleh di share tapi jangan lupa tuliskan sumbernya ^_^

    ReplyDelete
  3. Keren mbak. Bacaan yang tepat banget. Entah mengapa dari semalem aku ngegalau gara-gara gak PD. Semangatku asyik dikalahkan fb dan twitter -_____-
    Alhamdulillah begitu buka blog dapat asupan semangat setelah baca postingan ini. Thank you mbak Achi :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo cantik :) alhamdulillah kalau tulisan ini bermanfaat. Semoga membuat kamu terus semangat menulis lagi, ya!

      Delete
  4. Ayooo mba Naqiyyah :D semangat untuk jadi lebih keren juga! ^_^

    ReplyDelete

 
BLOGGER TEMPLATE BY Langit Amaravati